Fakta Fakta Unik Tentang Kemerdekaan Indonesia yang Belom Di Ketahui Oleh Orang Banyak

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah saat paling bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebutlah diproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebenarnya banyak fakta-fakta unik yang terjadi saat proklamasi kemerdekaan tersebut. Spesial di Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berikut ini adalah 17 fakta unik tentang kemerdekaan Indonesia yang wajib kamu ketahui.

00 - cover image

 Soekarno tidak enak badan
Photo credit: Wikipedia.org

Sebelum proklamasi, Bung Karno merasa tidak enak badan. Ternyata, penyakit malaria beliau kambuh. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat kemerdekaan.

Upacara proklamasi yang sederhana
Photo credit: Wikipedia.org

Upacara yang terjadi saat proklamasi 17 Agustus 1945 tidaklah meriah seperti sekarang. Dahulu tidak ada protokol, korps musik, bahkan tiang bendera saja masih terbuat dari batang bambu.

Naskah asli teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno masuk tong sampah
Photo credit: bangkudepan.com

Bukan pemerintah yang memiliki naskah asli teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung Karno, melainkan seorang wartawan asal Aceh bernama BM Diah yang menemukannya di tong sampah rumah Laksamana Maeda. Draft tersebut dibuang setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. BM Diah sendiri baru menyerahkan draft tersebut pada tanggal 29 Mei 1992.

Perintah pertama Presiden Soekarno
Photo credit: rosodaras.wordpress.com

Setelah ditunjuk menjadi presiden, perintah pertama Bung Karno bukanlah mengenai pemerintahan dan sebagainya, melainkan untuk membeli sate ayam lima puluh tusuk di dekat kediamannya.

Dokumentasi Proklamasi yang hampir disita Jepang
Photo credit: historia.id

Apa jadinya bila prosesi proklamasi tidak didokumentasikan dengan baik? Tentu tidak ada yang percaya dengan kejadian ini. Frans Mendoer lah yang jadi penyelamat dokumentasi proklamasi milik negara. Sempat diminta oleh Tentara Jepang, Frans berkata tidak memilikinya. Padahal negatif film dokumentasi tersebut ditanamnya di sebuah pohon di kantor Harian Asia Raja.

17 Agustus adalah tanggal wafatnya Pencetus Bahasa Indonesia dan Pencipta Lagu Indonesia Raya.
Photo credit: kompasiana.com

17 Agustus ternyata bukan hanya tanggal kemerdekaan, melainkan juga tanggal dimana pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman (wafat 1937), dan pencetus ilmu Bahasa Inodnesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894), meninggal dunia.

Pemberian gelar proklamator setelah 41 tahun merdeka
Photo credit: okezone.com

Gelar proklamator yang disematkan pada Bung Karno dan Bung Hatta setelah proses proklamasi ternyata hanya gelar lisan yang diberikan oleh rakyat Indonesia. Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah tentang pemberian gelar ini. Baru pada tahun 1986 gelar ini secara resmi diberikan kepada keduanya.

Proklamator hampir lebih dari dua orang
Photo credit: rajifmahy27.wordpress.com

Siapa sangka, Bung Hatta sempat mengusulkan bahwa semua yang hadir dalam rapat perumusan naskah proklamasi ikut menandatangani teks tersebut. Namun, oleh Sukarni, usul tersebut ditolak. Bila disetujui, proklamator akan berjumlah lebih dari dua orang.

Ibukota sempat pindah 3 kali dalam 4 tahun
Photo credit: Wikipedia.org

Hanya Indonesia negara di dunia yang berpindah-pindah ibukota dalam kurun waktu yang singkat sebanyak 3 kali. Setelah Jakarta (1945-1946), ibukota pindah ke Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949) sebelum akhirnya kembali lagi ke Jakarta.

Soepeno, menteri pertama yang ditembak Belanda
Photo credit: merdeka.com

Perjuangan kemerdekaan tak berhenti setelah proklamasi saja. Buktinya, masih ada perlawanan dari pihak Belanda setelah proklamasi tersebut. Salah satu korbannya adalah Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta yang jadi menteri pertama yang ditembak Belanda.

Film Hollywood pertama tentang Indonesia
Photo credit: aso.gov.au

Judul pidato 17 Agustus 1964, “Tahun Vivere Perilocoso” atau berarti Tahun yang Penuh Bahaya sempat jadi judul sebuah film, The Year of Living Dangerously. Film yang dibintangi oleh Mel Gibson ini menceritakan tentang pengalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada tahun 60an.

Indonesia masuk piala dunia
Photo credit: sayangi.com

Sebelum merdeka, Indonesia ternyata pernah ikut Piala Dunia, tepatnya tahun 1938. Saat itu, Indonesia masih bernama Hindia Belanda.

Keluar masuk PBB
Photo credit: cemong-gaul.blogspot.com

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang pernah keluar dari keanggotaan PBB, tepatnya tahun 1965. Saat itu, Indonesia menarik diri dari keanggotaan PBB karena Malaysia ditunjuk sebagai Dewan Keamanan PBB. Bung Karno tidak terima dengan hal tersebut dan memilih untuk keluar dari PBB.

Menteri kelahiran Indonesia pertama
Photo credit: beritaenam.com

Setelah 43 tahun, Indonesia akhirnya memiliki menteri pertama yang benar-benar asli Indonesia. Bagaimana tidak, semua menteri sebelum ini lahir sebelum 17 Agustus 1945, dimana negara ini belum resmi bernama Indonesia dan masih dalam kependudukan Belanda dan Jepang. Adalah Ir. Akbar Tandjung yang menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan V.

Tidak ada nama Jalan Soekarno-Hatta di Jakarta
Photo credit: hotelbandara.blogspot.co.id

Meski Jakarta sebagai tempat dimana dilangsungkannya proklamasi, tidak ada nama Jalan Soekarno-Hatta di sini. Nama keduanya barulah diabadikan sebagai nama bandara pada tahun 1985, 16 tahun setelah Bung Karno wafat.

Panglima Soedirman tak pernah punya jabatan resmi
Photo credit: mustprast.wordpress.com

Siapa sangka, panglima perang yang jadi kebanggan Indonesia, Jenderal Soedirman, tidak pernah menduduki jabatan apapun, bahkan KSAD sekalipun.

Indonesia sempat jadi negara superpower
Photo credit: boombastis.com

Indonesia, dibawah pemerintahan Bung Karno, sempat membuat konferensi sendiri bernama Conefo atau Konferensi Negara-Negara Kekuatan Baru. Saat itulah Indonesia menjadi satu-satunya negara baru yang paling disegani di dunia.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai kemerdekaan Indonesia. Jaya selalu Indonesia. Generasi muda, ayo bersama-sama bangun Indonesia agar kedepannya dapat berkembang dan maju. Merdeka! Merdeka! Merdeka!




Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel