Pengertian Estetika dan Etika Terlengkap

Pengertian Estetika dan Etika Terlengkap

Estetika merupakan bagian aksiologi yang membicarakan permasalahn, dan pertanyaan mengenai keindahan, dan menyangkut ruang lingkup nilai, pengelaman, perilaku, dan pemikiran seniman dan seni dalam kehidupan manusia (The liang gie,1976) Dalam Craig (2005).

 Marcia Marton berpendapat bahwa konsep-konsep estetika merupakan konsep-konsep yang berkaitan dengan deskripsi dan evaluasi objek serta kejadian artistic dan estetika.

Immanuel Kant berpendapat bahwa konsep estetika bersifat subjektif, dan ia menyatakan bahwa pada taraf sadar manusia secara universal memilki perasaan yang sama terhadap apa yang membuat mereka nyaman ataupun tidak nyaman.

1.      PENGERTIAN ESTETIKA FILSAFATI

Menurut The liang gie,sering disebut juga sebagai istilah filsafat keindahan, filsafat cita rasa, dan filsafat seni. Etika Filasafati juga sering disebut sebagai suatu kajian ilmiah dalam membahas fenomena atau wujud kesenian dari pada dasar-dasar wacana seni.

2.      PRINSIP ESTETIKA

Prinsip-prinsip yang terdapat didalam estetika menurut kerangka kerja spekulasi hellenistik yaitu Mengenai alam dan nilai keindahan, dan dua yang prinsip lainnya lebih dekat dengan masalah-masalah moral dan metafisik.

3.      KONSEP ESTETIKA

Konsep estetika merupakan konsep-konsep yang berasosiasi dengan istilah yang mengangkat kelengkapan estetik yang mengacu pada deskripsi dan evaluasi mengenai pengalaman-pengalaman yang melibatkan objek, serta kejadian artisttik dan ekstetik. Immuel Kant juga menyatakan bahwa konsep estetik secara ensensial bersifat subjektif dan dialah yang berakar pada perasaan pribadi mengenai rasa senang dan sakit.

Hubungan Etika dan estetika menurut Tanner ialah bahwa antara penilaian estetika dan etika telah melahirkan subjek materi estetika, terutama berlandaskan pandangan idisnkretis kant.

PENGERTIAN ETIKA

Etika disebut sebagai filsafat kesusilaan atau moral, etika sendiri dapat diartikan sebuah wacana yang memeperbincangkan landasan-landasan moralitas dan etika sendiri berkaitan dengan landasan filsafati norma dan nilai dalam kehidupan masyarakat atau budaya yang berhubungan dengan nilai dan penilaian  terhadap perilaku. Etika dapat membantu kita untuk berpikir secara lebih jelas tentang prinsip –prinsip mengenai tindakan dan menyelesaikan masalah-masalah etis secara logis.

Filsafat etis merupakan suatu usaha untuk memberi landasan terhadap usaha menyelesaikan konflik-konflik secara rasional jika respon otomatis kita dan aturan implisit tindakan yang berbelit dengan respond an aturan yang bertentangan

Craig (2005), dalam “the shorter routledge encyclopedia of philosophy” mengemukakan tiga permasalahan utama dalam etika yaitu:

1.      Masalah etika dan meta etika

Pada dasarnya etika sendiri memilki empat arti diantaranya sebagai berikut

a.    Etika adalah sebuah sistem-sistem nilai kebiasaan yang penting dalam kehidupan kelompok khusus manusia yang digambarkan sebagai etika kelompok ini.

b.    Etika digunakan pada satu sistem diantara sistem-sistem khusus yaitui berupa moraliitas yang melibatkan makna dari kebenaran dan kesalahan

c.    Etika dalam sistem moralitas itu sendiri mengacu pada prinsip-prinsip moral actual

d.    Etika adalah suatu daerah dalam filsafat yang memperbincangkan telaahan etika dalam penegrtian-pengertian lain.

2.      Masalah konsep dan teori etika

Dalam Craig (2005), menurut Cripsetika falsafiah bersifat luas dan umum serta berupaya untuk mendapatkan prinsip-prinsip umum atau keterangan daasar mengenai moralitas dan cenderung lebih memfokuskan pada analisis atas masalah sentral pada etika itu sendiri. Inti etika sejak jaman yunani adalah pertanyaan mengenai apa yang dibuat untuk kehidupan kemanusiaan yang baik bagi kehidupan pribadi.

Filsafat moral atau etika sedikitny membicarakan advokasi cara-cara khusus hidup dan bertindak .

Teori-teori yang berdasar kebenaran dapat diperikan sebagai deontologis. Puncaknya terjadi pada abad ke 18 dalam filsafat jerman Immuel kant, teori tersebut beranggapan bahwa kita harus memegang janji bahkan jika kita melanggar atau menghambat melakukan sesuatu, akibatnya akan lebih. Pada abad ke 20 terdapat reaksi perlawanan terhadap kases yang dipersepsi dari tika kaum konsekunsionalis dan deontologis, dan kembali pada pegangan-pegangan masa kuno.

3.      Masalah etika terapan

Etika filsafati selalu dikaitkan dengan taraf penerapan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia politik etika sangat diperlukan untuk kesejahteraan kepada masyarakat  dan untuk mengendalikan sistem pemerintahan dlam melaksanakan metode dan teknik memberikan kesejahteraan kepada masyarakat

Sumber: alfiana




Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel