10 Penemuan dari Mesir Kuno yang Misterius nan Mengagumkan

Situs Mesir kuno bagaikan sumur tanpa dasar. Pasalnya, para ilmuwan tak henti-hentinya menemukan sesuatu yang baru. Sejumlah alat penggali, seperangkat mesin pemindai dan serangkaian penelitian gagal mengungkap tuntas peradaban di bagian utara benua Afrika pada masa lampau ini.


Semakin lama digali, semakin banyak pula penemuan-penemuan menakjubkan yang berhasil ditemukan. Meski begitu, semakin banyak pula misteri yang harus dijawab.

Berikut daftar penemuan teranyar dari situs Mesir kuno.

1. Komplek pemakaman pendeta Thoth

abc.net.au

Tahun 2018 ini dipastikan bakal menjadi tahun yang penuh kejutan bagi ahli sejarah Mesir kuno. Sebab, di luar Kota Minya di sekitar lembah Sungai Nil, sebuah nekropolis (Pemakaman di luar kota) baru saja ditemukan.

Memang, pemakaman kuno di Mesir acap kali ditemukan dan menjadi hal biasa. Namun, yang menarik dari situs nekropolis Minya adalah, tak ada satu pun jenazah warga sipil maupun firaun. Sebaliknya, para ahli arkeologi menemukan keluarga pemimpin rohani (Pendeta).


Dalam kehidupan Mesir kuno, para pendeta melayani Dewa Thoth yang menjadi penguasa kebijaksanaan dan bulan. Satu makam yang ditemukan itu milik seorang pendeta tertinggi dan dikelilingi lebih dari 1.000 patung.

40 anggota keluarganya juga ditemukan berada dalam satu lokasi dengan makam sang pendeta. Organ internal sang pendeta diletakkan di empat guci terpisah.

Penemuan terbaru ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar lima tahun untuk mengungkap fakta sejarah tentang tradisi pemakaman pendeta di Mesir kuno.

2. Makam kecil milik pribadi di Kota Luxor

theguardian.com

Kota Luxor memang terkenal dengan arsitektur dan makam kunonya. Di antara seluruh makam kuno yang berhasil ditemukan, penemuan makam terbaru ini yang paling menarik perhatian. Pasalnya, tak seperti pemakaman umum dan makam firaun. Makam ini berukuran kecil dan hanya terdiri dari dua jenazah saja.

Dua makam yang untuk pertama kalinya dibongkar pada akhir tahun 2017 lalu ini diperkirakan usianya mencapai 3.500 tahun. Dari desain makam yang rumit, para ahli memperkirakan makam-makam tersebut milik dua orang pejabat tingkat tinggi.

Jika dilihat dari dekorasi dinding, makam tersebut dikuburkan selama dinasti ke-18, masa pemerintahan Raja Amenhotep II atau Raja Thutmose IV.

Perancang kedua makam tersebut membuat lima pintu masuk yang masing-masing mengarah ke ruang persegi panjang yang sama. Makam itu juga penuh dengan artefak, termasuk topeng mumi yang diperban, keramik dan 450 patung. Nama Raja Thutmose ditemukan di langit-langit makam.

3. Wajah Aspelta

livescience.com

Pada suatu masa di Mesir kuno di mana Raja Kush tengah berkuasa, terdapat seseorang bernama Aspelta (593-568 SM) yang mulai mendirikan kerajaannya sendiri. Dia terus menerus menyebut dirinya sebagai raja Mesir kuno.

Nah,baru-baru ini, penggalian dilakukan di Dangeil, sebuah situs arkeologi di Sudan. Di dalam kuil Dewa Amun, peneliti menemukan fragmen yang dicari-cari. Fragmen ini termasuk di antara bagian-bagian yang hilang dari sebuah patung yang ditemukan di lokasi yang sama bertahun-tahun sebelumnya.

Ketika fragmen-fragmen itu disusun, para peneliti berhasil mengungkap wajah Aspelta yang dipatungkan. Usia patung itu sendiri adalah 2.600 tahun. Dalam huruf hieroglif Mesir, Aspelta dipuji sebagai "Raja Mesir Atas dan Bawah" sekaligus raja kesayangan Dewa Matahari Ra.

Patung tersebut, yang tampaknya seukuran wajah aslinya, diukir sekitar enam abad setelah kuil Dewa Amun tersebut dibangun di samping Sungai Nil. Menariknya, berabad-abad setelah bangunan itu ditinggalkan, sebuah kelompok elit mengubur anggota mereka di antara reruntuhan. Tidak ada yang tahu siapa orang-orang ini.

4. Putra-Putra Khnum-Aa

livescience.com

Pada tahun 1907, para peneliti menemukan dua mumi laki-laki di 400 km di selatan Kairo. Dua mumi tersebut telah terbaring berdampingan selama 4.000 tahun. Mereka kemudian diketahui bernama Khnum-Nakht dan Nakht-Ankh.

Jika dilihat dari makamnya, kedua mumi tersebut kemungkinan besar berasal dari keluarga kaya. Yang menarik, di setiap peti mati terdapat nama perempuan "Khnum-Aa."

Sejak tahun 1907, misteri dua mumi tersebut belum terpecahkan. Nama Khnum-Aa sendiri diasumsikan sebagai sosok ibu dari kedua mumi laki-laki tersebut. Namun yang menarik, setelah membandingkan ciri fisik, termasuk bentuk tengkorak dan warna kulit, para peneliti menyimpulkan bahwa dua mumi laki-laki itu tidak memiliki hubungan darah.

Pada tahun 2018, pengujian DNA memecahkan misteri tersebut. Dua mumi tersebut ternyata memiliki sosok ayah yang berbeda. Saudara tiri di Mesir kuno ini menunjukkan contoh langka, di mana hubungan keluarga seperti perkawinan dan saudara tiri sudah terjadi.

5. Ankhnespepy Pyramidion

ibtimes.co.uk

Pada suatu masa, Ratu Ankhnespepy II memerintah Mesir. Ia berkuasa hingga putranya cukup umur untuk bertahta. Sebagian besar bangunan pemakaman sang putra telah ditemukan, termasuk makam dan piramida sang ratu.

Ankhnespepy II boleh dibilang sangat berpengaruh hingga dirinya menjadi ratu pertama yang memiliki teks tentang piramida miliknya yang terukir pada monumen. Namun, piramida satelit (Kecil) Ratu Ankhnespepy II tak kunjung ditemukan.

Kemudian pada tahun 2017, sebuah obelisk milik sang ratu ditemukan di dekat pemakaman Saqqara di selatan Kairo. Terbuat dari granit merah, obelisk itu kemungkinan besar bagian dari kuil penguburannya. 

Hanya seminggu setelah penemuan artefak itu, sebuah ujung piramida (Pyramidion) obelisk ditemukan. Pyramidion itu berumur sekitar 4.000 tahun dengan tinggi 1,3 meter, dan bagian dasar selebar 1,1 meter.

Karena jarak antara obelisk dan piramid suaminya cukup dekat, pyramidion itu bisa jadi petunjuk untuk menemukan piramid satelit sang ratu. Selama masa jayanya, pyramidion mungkin dilapisi tembaga atau emas untuk mencerminkan Matahari.

6. Sang musisi Hathor

ibtimes.co.uk

Sekitar 3.200 tahun yang lalu, seorang perempuan Mesir meninggal jauh dari rumahnya. Dia berusia dua puluhan dan sedang hamil.

Penemuan jenazahnya di sebuah tambang tembaga di Israel, mengubah pandangan para arkeolog yang mengira mereka paham tentang tempat wanita itu meninggal. Pada saat itu, Mesir menguasai wilayah yang disebut Israel itu. 

Lokasi tambang tembaga tempat wanita hamil meninggal itu berada di tempat yang disebut Timna. Timna adalah tempat yang gersang dan hampir tak berpenghuni. Sampai kerangka itu ditemukan pada tahun 2017, sebelumnya diperkirakan bahwa wanita hamil itu tidak pernah melakukan perjalanan sejauh ini.

Hanya orang-orang yang memiliki status sosial yang bisa mendapat penguburan di Timna. Para ahli percaya bahwa wanita itu mungkin seorang musisi atau penyanyi kuil. Memang, kuburannya ditemukan di dekat kuil yang didedikasikan untuk Hathor.

Hathor sendiri adalah dewi pertambangan, wanita dan musik Mesir. Penemuan langka ini sama tragisnya dengan perubahan sejarah sendiri. Jenazah perempuan ini hanya meninggalkan kerangka. Lengan dan kepala ibu muda ini semuanya hilang akibat penjarahan.

Tapi, mengapa dia meninggal dalam usia yang begitu muda? Hal itu tetap menjadi misteri yang mungkin tidak akan pernah bisa dipecahkan.

7. Patung kematian dan kelahiran

seeker.com

Ptah adalah dewa pengrajin dan pematung. Sebenarnya, para seniman zaman Mesir kuno menciptakan patung Ptah untuk disembah di sebuah kuil di Karnak. Selama bertahun-tahun, dewa kapur besar itu menikmati makanan, dicuci, dan beraroma wangi.

Pada tahun 2014, sebuah lubang semacam sumur ditemukan di samping kuil. Di dalamnya terdapat patung Ptah yang ditemani pahatan kucing, sphinx, babon patung dan Dewa Osiris dan Dewa Mut. Mereka tidak dibuang dalam lubang tetapi oleh orang Mesir kuno menyebutnya sebagai "mati."

Dengan demikian, patung Ptah menerima penguburan yang tepat. "Kehidupannya" berakhir sekitar 2.000 tahun yang lalu setelah terlalu rusak untuk digunakan. Para peneliti merasa ada tujuan tertentu untuk mengatur makam Ptah seperti yang disebutkan sebelumnya.

Para pendeta memasukkan patung sphinx sebagai perlindungan dan kelimpahan, sementara patung Dewa Osiris untuk kelahiran kembali Dewa Ptah.

8. Tato tertua di dunia

THE TRUSTEES OF THE BRITISH MUSEUM

Dua kuburan yang masing-masing berisi jenazah pria dan wanita ditemukan di Gebelein, sebelah selatan Kota Luxor, satu abad yang lampau.

Kurangnya balutan mumi pada jenazah-jenazah itu menunjukkan dua individu tersebut bukanlah orang-orang penting. Tapi, kontribusi mereka dalam pengetahuan Mesir kuno dan sejarah seni tubuh, sangatlah besar. 

Selama bertahun-tahun, noda gelap pada lengan mumi-mumi itu tak dianggap oleh para peneliti. Pasalnya, terdapat tanda-tanda yang lebih dramatis, seperti bekas luka tusuk fatal ke punggung mumi pria. Diperkirakan sang pria ketika meninggal berusia antara 18 - 21 tahun.

Kemudian pada 2018, sebuah pemindaian infra merah menunjukkan noda-noda itu adalah tato seekor banteng dan seekor domba di lengan kanan bagian atas mumi pria. Sementara pada mumi wanita terdapat noda berbentuk huruf "S" di pundak dan lengan kanan bagian atas yang melambangkan status, keberanian dan sihir (Pengetahuan).

9. Tempat tidur berkemah King Tut

livescience.com

Ketika Howard Carter mengatalogkan barang-barang makam Tutankhamen pada tahun 1922, terdapat catatan mengenai beberapa tempat tidur. Di antaranya tempat tidur lipat yang unik dan belum pernah dilihat sebelumnya.

Baru-baru ini, dilansirdari Livescience.com, artefak tersebut menjalani analisis ilmiah pertamanya. Hasil penelitian menunjukkan, kasur itu memiliki desain yang istimewa karena praktis secara fungsi dan menarik secara penampilan.

Kasur lipat dua memang sudah ada sebelum Raja Tutankhamen yang wafat sekitar tahun 1323 SM. Namun yang menarik dari temuan ini adalah, kasur tersebut ternyata lapis tiga yang jika dilipat bisa menyerupai huruf "Z".

Para perajin kuno telah menciptakan kombinasi yang cemerlang antara dua jenis engsel yang berbeda, kaki, bingkai dan anyaman-anyaman. Tempat tidurnya juga lebih portabel dan nyaman daripada versi lipat ganda. Peneliti percaya bahwa hobi berburu Tutankamen yang membuat ide kasur lipat ini terwujud. Pasalnya, kasur lipat tersebut digunakannya untuk istirahat.

10. Saluran Air Giza

ibtimes.co.uk

Meskipun Piramida Agung Giza dibangun pada tahun 2.600 SM, konstruksinya tetap menjadi misteri. Periset sekarang percaya bahwa mereka telah menyelesaikan satu langkah penting.

Sekitar 170.000 ton batu kapur diangkut sejauh 805 km dari Aswan ke Giza. Setiap hari, 800 ton tiba untuk membangun piramida agung sampai ketinggian 147 meter. Dilansir dari Abc.net.au, baru-baru ini, satu-satunya catatan kuno langsung dari orang yang terlibat dalam pembangunan piramid agung, ditemukan.

Catatan dalam gulungan papirus yang ditulis oleh seorang pengawas bernama Merer itu, menggambarkan ribuan pekerja menggunakan kapal kayu untuk memindahkan balok batu di sepanjang Sungai Nil. Balok batu itu kemudian diangkut melalui kanal menuju pelabuhan yang terletak tidak jauh dari lokasi pembangunan piramid agung.

Bukti fisik untuk klaim Merer ini muncul saat arkeolog menemukan saluran air di bawah piramid tersebut. Mereka juga mengidentifikasi struktur piramid yang kemungkinan merupakan area pengiriman utama untuk 2,3 juta balok batu kapur.

Penemuan tersebut menambah pemahaman baru tentang infrastruktur kompleks yang berkembang untuk membangun struktur tertinggi di dunia sampai munculnya Abad Pertengahan.




Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel