Pengertian Tawakal, Dalil, Fungsi dan Contoh Prilakunya

Tawakal

1. Pengertian Tawakal
Tawakal yaitu penyerahan diri atau segala persoalan kepada Allah dan bersandar kepada-Nya. Dengan demikian hati seseorang selalu bersandar dan bergantung kepada Allah Swt. Semata-mata. Ada pula yang mengatakan bahwa tawakal itu meninggalkan usaha dan ikhtiar dalam hal-hal yang tidak terjangkau oleh kekuatan manusia. Imam Qusyairi berkata,” Tempatnya tawakal ialah di hati”.
Para ulama menyatakan bahwa proses terjadinya sebab dan musababnya pada hal-hal yang terjadi dalam alam (hal-hal biasa) adalah tidak termasuk hal yang harus ditawakali. Oleh karena itu orang wajib berusaha, sebab ada hadits Imam Mas’ud yang menyatakan bahwa berusaha/ikhtiar wajib hukumnya atas setiap muslim sebagaimana wajibnya menuntut ilmu pengetahuan. Berkata Abu Hamid,”Barang siapa mengira bahwa tawakal itu meninggalkan usaha/ikhtiar dengan anggota badan dan merancang dengan hati, maka yang demikian itu hukumnya haram”.
Firman Allah Swt Q.S. Al Thalaq [65]: 2-3.
Artinya :
...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. Al Thalaq [65]: 2-3)


Allah akan memberikan rizki dari arah yang tiada disangka kepada orang yang selalu bertawakal kepada Allah. Kepadanya akan diberi jalan keluar setiap mendapatkan kesulitan dalam hidup.
2. Contoh Perilaku Tawakal
a. Selalu mensyukuri nikmat Allah
b. Tidak pernah berkeluh kesah dan gelisah
c. Selalu berusaha dan berikhtiar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
d. Menerima segala ketentuan Allah dengan rida
e. Berusaha memperoleh sesuatu yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain
f. Tidak pernah merasa iri terhadap nikmat yang diperoleh orang lain


3. Fungsi Tawakal dalam Kehidupan
a. Tidak mudah putus asa jika gagal dalam usaha.
b. Lebih tenang dalam menjalan kehidupan
c. Terhindar dari rasa sedih yang berkepanjangan
d. Jika berasil dalam usaha tidak bergembira yang berlebihan
e. Tidak menjadi orang yang takabur

sumber:ariffa



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel