Pengertian Wahyu, dan Bedanya dengan Instink, Gharizah, dan Ilham


Pengertian Wahyu, dan Bedanya dengan Instink, Gharizah, dan Ilham

Secara terminologi, Nuruddin ‘Atar mendefinisikan wahyu adalah pemberitahuan Allah kepada hamba-Nya yang terpilih secara rahasia dan cepat. Al-Zarqani mendefinisikan bahwa wahyu adalah Allah memberitahukan kepada hamba pilihan-Nya setiap keinginan yang muncul dari-Nya berupa hidayah dan ilmu, tetapi dengan cara rahasia yang lain dari kebiasaan manusia. Menurut Muhammad Ra’afat Sa’id, Allah mewahyukan kepada nabi alaihissalam berupa hukum syari’at dan sebagainya. Maka yang mewahyukan (al-Muhiy) adalah Allah, yang menerima wahyu (al-Muhaa ilaih) adalah seorang nabi di antara nabi-nabi Allah, dan yang diwahyukan (al-Muhaa bih) adalah hukum syari’at berupa perintah, larangan, berita-berita masa lalu, sekarang, dan akan datang, membangun prinsip-prinsip aqidah tauhid yang murni, membentuk akhlak yang mulia, ibadah, dan mu’amalah.

Berkaitan dengan kitab-kitab samawy wahyu adalah risalah yang disampaikan oleh Allah kepada nabi dan rasul-Nya. Risalah tersebut berisi perintah, larangan, hukum, ibadah, mu’amalah, dan lainnya. Bagi nabi wahyu hanya untuk dirinya, sedangkan rasul wahyu untuk dirinya dan disampaikan kepada umatnya.

Menurut Ibnu Manzur “Ilham ialah bahwa Allah menanamkan di dalam jiwa seseorang sesuatu yang dapat mendorongnya untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu, dan ia termasuk jenis wahyu yang dengannya Allah mengkhususkan siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya.” Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy, ilham adalah menuangkan suatu pengetahuan ke dalam jiwa yang meminta supaya dikerjakan oleh yang menerimanya dengan tidak lebih dahulu dilakukan ijtihad dan menyelidiki hujjah-hujjah agama.

Perbedaan antara keduanya ialah bahwa ilham adalah perasaan jiwa yang datang kepada seseorang yang dipilih oleh Allah, sehingga dengannya seseorang itu terdorong untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya. Namun orang tersebut tidak mengetahui secara pasti dari mana datangnya perasaan tersebut. Perasaan itu hamper mirip dengan perasaan haus, lapar, gundah, senang, dan lainnya. Sedangkan wahyu adalah suatu pengetahuan yang datang kepada hamba pilihan Allah, dan ia meyakini bahwa itu adalah wahyu yang datang dari Allah SWT.

sumber;makalah



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel