Pengertian Pengangguran, Jenis-Jenis , dan Penyebabnya di Indonesia


Pengangguran

Secara umum, Pengertian Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali atau sedang dalam mencari kerja atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pemecatan dan berusaha untuk memperoleh pekerjaan. Saat ini jumlah pengangguran di Indonesia memang sangatlah besar, maka tidak heran jika angka kemiskinan di Indonesia juga tinggi.

Permasalahan utama tingginya pengangguran di Indonesia terjadi karena jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan besarnya pencari pekerjaan. Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia tidak berani mengambil keputusan untuk berwira usaha dengan alasan takut terhadap resiko, tidak adanya modal yang cukup, takut rugi dsb. Padahal dengan mengambil langkah berwira usaha, angka pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan.

Jenis-Jenis Pengangguran
Pengangguran dikelompokkan dalam beberapa macam yang antara lain sebagai berikut:

1. Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Jumlah Jam Kerja

a. Pengangguran terselubung, adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optikal karena sesuatu alasan tertentu.
b. Pengangguran terbuka, adalah pencari kerja yang sedang mencari pekerjaan
c. Setengah pengangguran, adalah para pekerja yang bekerja dibawah jam kerja normal

2. Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Faktor-Faktor Penyebabnya
Menurut sadono sukirno, berdasarkan dari penyebab pengangguran dapat dibedakan sebagai berikut..

Pengangguran friksional, adalah pengangguran yang terjadi karena terdapat sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja maka perekonomian itu dipandang sudah mencapai kesempatan kerja penuh.
Pengangguran siklikal, adalah pengangguran yang terjadi karena adanya kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yang disebabkan dari kondisi geografis, informasi, dan dari proses perekrutan yang panjang.
Pengangguran struktural, adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan struktur perekonomian yang umumnya negara berusaha dalam mengembangkan perekonomian dalam pola agraris ke industri.
Pengangguran teknologi, adalah pengangguran yang terjadi karena penggunaan mesin dan kemajuan teknologi. Hal ini ditimbulkan dari adanya pergantian dari tenaga kerja manusia ke mesin-mesin dan bahan kimia.
3. Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Ciri-Cirinya

Pengangguran terbuka, adalah pengangguran yang terjadi karena lowongan pekerjaan yang lebih rendah dan pertambahan tenaga kerja. Akibatnya, perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.
Pengangguran tersembunyi, adalah pengangguran yang terjadi karena kelebihan tenaga kerja yang digunakan. Contohnya: pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan dan keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat kecil.
Pengangguran musiman, ialah pengangguran yang terjadi karena faktor kondisi iklim yang biasanya disektor pertanian dan perikanan karena pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan dan terpaksa menganggur. Pada musim kemarau para petani tidak dapat mengerjakan tanahnya 
Pengangguran menganggur, adalah pengangguran yang hanya bekerja satu sampai dua hari seminggu atau satu sampai empat jam sehari.


Penyebab Pengangguran

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hal penyebab pengangguran dapat terjadi. Macam-macam penyebab pengangguran adalah sebagai berikut:

Penduduk yang relatif banyak sedangkan lapangan kerjanya sedikit. Yang mengakibatkan, permintaan tenaga kerja berkurang.
SDM(sumber daya manusia) yang pendidikan dan keterampilan rendah sehingga tidak mampu bersaing dan tersisih.
Angkatan kerja yang tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh dunia kerja.
Teknologi yang semakin modern belum diseimbangin dengan kemampuan yang setara.
Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakakukan penghematan-penghematan.
Adanya lapangan kerja yang dipengaruhi oleh musim.
Terdapat ketidak stabilan perekonomian, politik, dan keamanan suatu negara.
sumber:maybekti



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel