Pengertian Lauh Mahfuz/Imam Mubin, dan Baitul Izzah serta Malaikat Jibril dalam kaitan Pewahyuan atau Nuzul al-Quran



Pengertian Lauh Mahfuz/Imam Mubin, dan Baitul Izzah serta Malaikat Jibril dalam kaitan Pewahyuan atau Nuzul al-Quran

Lauh mahfuzh adalah suatu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. Sebagaimana firman Allah:

“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Quran yang mulia, Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.“ (QS. al-Buruj : 21-22)

Juga diisyaratkan oleh firman Allah Swt :

“Sesungguhnya al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat mulia, Pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.“ (QS. al-Waqi‘ah : 77-80)

Sedangkan Baitul Izzah terdapat di langit dunia, yakni langit yang paling rendah, di sana tempat beredarnya bintang-bintang. Imam al-Hakim, al-Baihaqy, dan yang lainnya meriwayatkan dari Sa’id ibn Jubair dari Ibn Abbas, katanya:

“Al-Quran diturunkan satu kali secara keseluruhan ke langit dunia, di tempat beredarnya bintang-bintang. Allah juga menurunkannya kepada Rasul-Nya saw. sebagian demi sebagian.”

Dari Baitul Izzah malaikat Jibril as. menyampaikannya kepada Nabi saw. secara berangsur-angsur lebih kurang selama 23 tahun. Sesuai dengan situasi dan kondisi yang dialami oleh Nabi saw.
sumber;makalah



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel