KLASIFIKASI KINGDOM ANIMALIA, MATERI LENGKAP DENGAN CIRI-CIRI DAN PERANAN MASING-MASING FILUM

KINGDOM ANIMALIA
http://www.sridianti.com/5-ciri-khusus-kingdom-animalia.html

Klasifikasi hewan berdasarkan :

1. Ada tidaknya tulang belakang
a. Invertebrata, hewan yang tidak memiliki tulang belakang, terdiri ats 9 filum, Porifera, Coelentrata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan sebagaian filum Chordata (Subfilum Cephalochordata dan Tunicata)
b. Vertebrata, hewan yang memiliki tulang belakang, teridiri atas filum Chordata kecuali subfilum Cephalochordata dan Tunicata.

2. Tipe simetri tubuh
a. Simetri bilateral, jika tubuh hewan dibelah menjadi dua bagian dari satu arah tertentu diperoleh hasil belahan yang seimbang. Contoh belalang dan vertebrata.
b. Simetri radial, jika tubuh hewan dibelah menjadi dua bagian dari segala arah diperoleh hasil belahan yang seimbang. Contoh bintang laut dan bulu babi.

3. Jumlah lapisan lembaga
a. Diploblastik, hewan yang pada masa embrio memiliki dua lapis sel lembaga, yaitu lapisan ektoderm dan endoderm. Contoh Porifera dan Coelentrata
b. Triploblastik, hewan yang pada masa embrio memiliki tiga lapisan lembaga yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Contoh vertebrata dan seluruh invertebrata kecuali Porifera dan Coelentrata.

4. Tipe rongga tubuh
a. Aselomata, hewan yang tidak memiliki rongga tubuh. Contoh Platyhelminthes
b. Pseudoselomata, memiliki rongga tubuh tapi hanya sebagian yang dibatasi oleh lapisan mesoderm. Contoh Nemathelminthes
c. Selomata, memiliki rongga tubuh sejati. Contoh vertebrata dan invertebrata kecuali Platyhelminthes dan Nemathelminthes.

Kalsifikasi Kingdom Animalia
A. Filum Porifera
Ciri-ciri :
a. Tubuh tidak bisa bergerak aktif sehingga melekat didasar perairan
b. Kerangka tubuh tersusun atas zat kapur, silikat, atau spongin
c. Memiliki daya regenerasi yang tinggi
d. Belum memiliki organ, jaringan saraf dan mulut
Reproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksusal dengan pembuahan secara internal. Reproduksi aseksual dengan membentuk tunas dari induk.
Contoh spesies : Euspongia oficinalis (spon laut), Clathrina sp, Euspongia mollisima, Luffariella variabilis, Petrosia contegnatta.

Peranan Filum Porifera
1. Sebagai spon cuci piring, alat pembersih toilet
2. Pengisi jok kendaraan bermotor
3. Sebagai bahan obat-obatan. Penghasil senyawa untuk antikanker (Petrosia contegnatta), obat anti asma (Cymbacela), penghasil senyawa bastadin, asam okadaik dan monoalid (Luffariella variabilis).

B. Filum Coelentrata
Ciri-ciri Filum Coelentrata :
1. Hewan triploblastik
2. Bertipe simetri radial
3. Sistem saraf jala
4. Reproduksi seksual dan aseksual (tunas)
5. Bentuk tubuh ada dua macam yaitu polip(generasi yang tidak dapat bergerak) dan medusa (Generasi yang berenang bebas)
6. Pencernaan makanan secara intraseluler dan ekstraseluler

Klasifikasi Filum Coelentrata

a. Kelas Hydrozoa
Ciri-ciri :
1. Ukuran tubuh kecil
2. Dominan hidup di laut
3. Siklus hidup kebanyakan mengalami metagenesis
Contoh spesies : Obelia genialata, Hydra viridis, Physalia sp.

b. Kelas Scyphozoa
Ciri-ciri :
1. Habitat Dilaut
2. Siklus hidup mengalami metagenesis dan didominasi oleh generasi medusa
3. Tubuh terdapat tentakel yang dipenuhi nematosista
4. Dapat dibedakan jantan dan betina
Contoh spesies : Aurelia aurita (Ubur-ubur)

c. Kelas Anthozoa
Ciri-ciri
1. Hanya memiliki bentuk polip dan tidak mengalami metagenesis
2. Tubuh menyerupai bunga dan umumnya memiliki rangka zat kapur
Contoh spesies : Anemon laut, Koral, Kipas laut, Pena laut.

Peranan Filum Coelentrata
1. Melindungi pantai terhadap abrasi pantai
2. Sebagai tempat perkembangbiakan dan perlindungan ikan
3. Dapat dijadikan perhiasan
4. Sebagai daya tarik wisata bahari
5. Digunakan sebagai bahan baku pembuatan pesawat terbang


C. Filum Platyhelminthes
Ciri-ciri :
1. Hewan triploblastik aselomata
2. Tubuh bebentuk pipih, tidak bersegmen, dan bertipe simetri bilateral
3. Sstem saraf berupa sistem tangga tali
4. Sistem ekresi berupa sel api
5. Reproduksi secara seksul dan aseksual (pembelahan diri)
6. Sistem pencernaan berupa sistem gastrovaskuler, mulut juga berfungsi sebagai anus.

Klasifikasi Filum Platyhelminthes

a. Kelas Turbellaria
Ciri-ciri :
1. Tubuh memiliki silia sehingga disebut juga cacing bulu getar
2. Habitat air tawar, air laut, tanah basah dan parit
3. Reproduksi seksual dan aseksual (pembelahan tubuh)
4. Memiliki daya regenerasi yang sangat tinggi
Contoh : Planaria

b. Kelas Trematoda
Ciri-ciri :
1. Permukaan tubuh dilapisi kutikula berduri
2. Merupakan parasit pada manusia dan hewan ternak
3. Memiliki mulut isap (oral sucker)
4. Siklus hidup melibatkan inang
Contoh : Faciola hepatika (cacing hati), Schistostoma japanicum (cacing darah), Chlonorchis sinensis (cacing hati manusia)

c. Kelas Cestoda
Ciri-ciri :
1. Tubuh berbentuk pita pipih dan tidak bersilia
2. Tubuh dilengkapi dengan mulut isap dan kait
3. Bersifat hermafrodit
Contoh : Taenia solium (cacing pita babi), Dipylidium caninum (cacing pita anjing), Taenia saginata (cacing pita sapi).

Peranan Filum Platyhelminthes
Sebagian besar merupakan parasit penyebab berbagai penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Contoh cacing darah penyebab penyakit skistostomiasis pada manusia.


D. Filum Nemathelminthes
Ciri-ciri
1. Merupakan hewan triploblastik
2. Tubuh simetri bilateral
3. Tidak bersegmen
4. Tubuh berbentuk benang, disebut juga dengan cacing giling
5. Permukaan tubuh dilapisi oleh kutikula
6. Sistem pencernaan makanan sempurna
7. Sistem ekresi berupa kelenjar ekresi
8. Sistem saraf terdiri atas cincin saraf
Contoh : Ascaris lumbricoides (cacing perut), Enterobius vermicularis (cacing kremi), Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Trichinella spiralis (cacing otot), Wuchereria bancrofti (cacing filaria)

Peranan Filum  Nemathelminthes
Sebagian besar cacing giling hidup bebas, sedangkan yang bersifat parasit penyebab berbagai penyakit pada manusia, hewa ataupun tumbuhan, diantaranya
1. Parasit pada saluran pencernaan manusia (Ascaris lumbricoides)
2. Penyebab penyakit ansilostomiasis (cacing tambang)
3. Penyebab penyakit trikonosis (cacing otot)
4. Penyebab penyakit kaki gajah (filaria)


E. Filum Annelida
Ciri-ciri :
1. Merupakan hewan triploblastik selomata
2. Tubuh simetri bilateral
3. Permukaan tubuh ditutupi oleh kutikula
4. Sistem pencernaan sempurna
5. Pernafasan berlangsung melalui kulit
6. Sistem ekresi terdiri atas nefridium
7. Tubuh bersegmen
8. Reproduksi seksual secara internal oleh annelida hermafrodit, reproduksi aseksual memalui pembelahan tubuh
9. Hidup bebas di tanah lembabb, pohon, perairan tawar dan perairan asin

Klasifikasi Filum Annelida

a. Kelas Polycaeta
Ciri-ciri :
1. Tubuh memiliki banyak seta (tonjolan kaki yang berfungsi sebagai alat gerak)
2. Seluruh anggotanya hidup dilaut
Contoh : Cacing palolo (Eunice viridis), dan cacing wawo (Lysidice oele)

b. Kelas Oligocaeta
Ciri-ciri :
1. Tubuh memiliki sedikit seta
2. Habitat tanah lembab atau air tawar
3. Tubuh memiliki segmen
Contoh : cacing tanah (Lumbricus terestris)

c. Kelas Hirudinea
Ciri-ciri :
1. Merupakan hewan penghisap darah
2. Habitat didarat da diair
3. Tubuh dilengkapi dengan alat penghisap
4. Tubuh mengandung zat hirudin (zat antipembekuan darah)
Contoh : Lintah (di air) dan Pacet (di darat)

Peranan Filum Annelida
1. Beberapa diantaranya dapat digunakan sebagai bahan makanan misalnya cacing wawo dan palolo
2. Sebagai pakan ternak, penyubur tanah pertanian (cacing tanah)
3. Dalam dunia pengobatan zat hirudin pada lintah bermanfaat dalam penyimpanan darah untuk keperluan transfusi darah.

F. Filum Mollusca
Ciri-ciri :
1. Merupakan hewan triploblastik
2. Tubuh bertipe simetri bilateral
3. Tubuh tidak bersegmen
4. Memiliki mantel yang dapat membuat  cangkang dari kalsium karbonat dan kelenjar lendir
5. Sistem pencernaan sempurna
6. Alat ekresi berupa ginjal
7. Tidak semua bersifat hermafrodit
8. Sistem saraf terdiri atas gangglion otak, gangglion padat dan gangglion viseral
9. Alat pernafasan berupa insang, pulmonum, epidermis dan mantel

Klasifikasi Filum Mollusca

a. Kelas Amphineura
Ciri-ciri :
1. Tubuh berbentuk pipih dan oval
2. Amphineura memiliki fase larva yang disebut trokofor
3. Habitat pada batuan sepanjang tepi pantai yang dangkal
Contoh : Chyton

b. Kelas Scaphopoda
Cri-ciri :
1. Memiliki cangkang berbentuk gading yang pada ujungnya terdapat lubang atau mantel
2. Sebagian besar hidup di laut
3. Mempunyai tentakel yang berfungsi menangkap makanan
Contoh : Dentalium entale (siput gading)

c. Kelas Gastropoda
Ciri-ciri :
1. Memiliki perut yang juga berfungsi sebagai kaki yang selalu basah oleh lendir
2. Tubuh dilindungi oleh cangkang
3. Pada bagian kepala terdapat sepasang antena yang berfungsi sebagai indra pembau, pada ujung antena terdapat bintik mata yang berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya
Contoh : bekicot, siput dan siput telanjang

d. Kelas Pelecypoda
Ciri-ciri :
1. Memiliki kaki berbentuk kapak
2. Alat pernafasan berupa insang dan mantel
3. Tubuh dilengkapi oleh sepasang cangkang
Contoh : Mytilus sp (tiram), Melengrima margarififera (kerang mutiara), Buccinus sp (remis).

e. Kelas Cephalopoda
Ciri-ciri :
1. Memiliki kaki yang terdapat dikepala yang berfungsi sebagai alat gerak dan menangkap mangsa
2. Kulit tubuh mengandung zat kromatofor sehingga dapat nerubah warna
3. Memiliki beberapa lengan yang berevolusi dari kaki
Contoh : Loligo palii (cumi-cumi), Sepia officinalis (sotong), Octopus sp (gurita).

Peranan Filum Mollusca
1. Sebagai bahan makanan (cumi-cumi, sotong, kerang dan siput).
2. Sebagai bahan perhiasan (kerang dan tiram)
3. Hama tanaman (bekicot dan keong)


G. Filum Arthropoda
Ciri-ciri :
1. Tubuh bersegmen dan memiliki rangka luar dari zat kitin
2. Tubuh terdiri atas kepala, dada dan perut
3. Saluran pencernaan lengkap
4. Sistem saraf tangga tali
5. Bernafas menggunakan insang, trakea atau paru-paru buku
6. Memiliki mata majemuk, kecuali kelas Arachnida (laba-laba)
7. Bersifat gonokoris, perkembangbiakan secara seksual
8. Habitat di tanah dan air, sebagian berupa parasit pada hewan dan tumbuhan

Klasifikasi Filum Arthropoda
a. Kelas Crustacea
Ciri-ciri :
1. Memiliki karapas (kulit pembungkus kepala dan dada)
2. Alat pernafasan berupa insang
3. Memiliki kaki dada yang berfungsi untuk mengunyah, alat indra, berjalan dan berenang
Klasifikasi kelas Crustacea
1. Subkelas Entomostraca
Berukuran kecil, transparan, dan tidak memiliki insang. Contoh : Cylops, kutu ikan dan Cladocera
2. Subkelas Malacostraca
Terdiri atas :
a. Ordo Decapoda
Tubuh berupa sefalotoraks (kepala dan dada menyatu), bagian luar tertutupi rangka yang mengandung kitin. Contoh : udang, kepiting dan rajungan.
b. Ordo Stomatopoda
Bentuk tubuh menyerupai belalang, dua kaki rahangnya panjang dan besar yang berfungsi untuk menangkap mangsa. Contoh : udang belalang
c. Ordo Isopoda
Umumynya hidup sebagai parasit ikan. Contoh : kutu ikan

b. Kelas Chilopoda
Ciri-ciri :
1. Memiliki tubuh yang bersegmen yang memanjang agak gepeng
2. Pada setiap segmen terdaat sepasang kaki, kecuali segmen kepala dan dua segmen terakhir
3. Pada segmen kepala terdapat maksiliped yaitu cakar beracun untuk membunuh mangsa
Contoh : Kelabang, lipan
c. Kelas Diplopoda
Ciri-ciri :
1. Bentuk tubuh silinder, sefalotoraks pendek dan perut yang panjang
2. Pada setiap segmen terdapat dua pasang kaki
3. Bernafas menggunakan trakea
Contoh : kaki seribu
d. Kelas Insecta
Ciri-ciri :
1. Memilikitiga pasang kaki yang melekat di bagian dada.
2. Tubuh terdiri atas kepala, dada dan perut
3. Pada bagian kepala terdapat mata majemuk, sepasang alat peraba dan mulut
4. Alat pernapasan trakea
5. Reproduksi secara seksual
6. Dalam siklus hidupnya mengalami metamorfosis
Klasifikasi kelas Insecta
a. Ordo Apterygota, (tidak bersayap), contoh kutu buku
b. Ordo Archiptera (bersayap asli), contoh capung dan rayap
c. Ordo Neuroptera (bersayap jala), contoh undur-undur
d. Ordo Orthoptera (bersayap lurus), contoh kecoa dan belalang
e. Ordo Rhynchota (beralat tusuk), contoh kepik, wereng, dan tonggeret
f. Ordo Coleoptera (bersayap perisai), contoh kumbang badak, kepik air, dan kunang-kunang
g. Ordo Hymnenoptera (bersayap selaput), contoh lebah dan semut
h. Ordo Diptera (bersayap dua), contoh nyamuk dan lalat
i. Ordo Siphonoptera, contoh kutu
j. Ordo Lepidoptera, mulutnya memiliki belalai (probosis)contoh kupu-kupu gajah dan kupu-kupu sutra

e. Kelas Arachnoidea
Ciri-ciri :
1. Tubuh terdiri atas sefalotoraks dan abdomen kecuali caplak.
2. Pada sefalotoraks memiliki mulut dan empat pasang kaki
3. Alat pernapasan berupa paru-paru buku atau trakea
Klasifikasi kelas Arachnoidea
a. Ordo Scorpionidae, segmen paling belakang terdiri atas alat penyengat yang beracun. Contoh kalajengking dan ketungging.
b. Ordo Arachnidae, pada abdomen belakang terdapat kelenjar spineret yang membentuk benang sutra untuk sarang, menangkap mangsa dan meletakkan telur. Contoh laba-laba.
c. Ordo Acarinea, tubuh tidak bersegmen, umumnya hidup sebagai parasit. Contoh caplak.

Peranan Filum Arthropoda
1. Sebagai bahan makanan (udang dan kepiting)
2. Menghasilkan madu untuk bahan makanan dan obat (lebah)
3. Membantu penyerbukan tumbuhan (serangga)
4. Menghancurkan kertas (kutu buku)
5. Parasit pada tubuh manusia, hewan dan tumbuhan (caplak)
6. Vektor penyakit demam berdarah, malaria (nyamuk)
7. Menyerang tanaman budidaya (wereng)
8. Menghancurkan kertas (rayap)

H. Filum Echinodermata
Ciri-ciri :
1. Merupakan hewan triploblastik
2. Tubuh bertipe simetri radial
3. Daya regenerasi tinggi
4. Alat pernapasan berupa paru-paru kulit dan kaki ambulakral
5. Saluran pernapasan sederhana, ada yang tidak memiliki anus
6. Susunan saraf terdiri atas cincin saraf
7. Memiliki pediselaria beracun untuk melindungi diri
8. Eangka tubuh endoskeleton, permukaan tubuh dipenuhi dengan duri dari kalsium

Klasifikasi Filum Echinodermata

a. Kelas Asteroidea
Ciri-ciri :
1. Memiliki lima lengan
2. Reproduksi aseksual dengan cara melepaskan lengannya
Contoh : bintang laut

b. Kelas Echinoidea
Ciri-ciri :
1. Tubuhnya bulat atau gepeng dan tidak memiliki lengan
2. Tubuh diselimuti oleh duri
Contoh : bulu babi dan dolar laut

c. Kelas Ophineura
Ciri-ciri :
1. Tubuh menyerupai bintang laut, tapi lengannya lebih panjang
2. Jumlah lengan lima atau kelipatannya
Contoh : Ophioderma brevispinum

d. Kelas Crinoidea
Ciri-ciri :
1. Tubuh menyerupai tumbuhan sehingga disebut juga lili laut
2. Tubuh memiliki tangkai atau alat pencengkram untuk melekat pada batu karang
Contoh : Metacrinus interruptus, Antedon tennela

e. Kelas Holothuriodea
Ciri-ciri :
1. Tubuh tidak dapat ditegakkan karna mengandung banyak lemak dan sedikit zat kapur
2. Bernapas menggunakan paru-paru air
3. Mulut dikelilingi oleh tentakel
4. Tidak memiliki pediselaria
Contoh : Holothuria, Cucumaria frondosa (teripang)

Peranan Filum Echinodermata
1. Untuk menjaga kebersihan ekosistem laut dengan cara memakan bangkai organik
2. Kerangka tubuh dapat dijadikan perhiasan
3. Dapat dikonsumsi (kerupuk teripang)

I. Filum Chordata
Ciri-ciri :
1. Pada masa embrio memiliki notokord atau sumbu penyokong tubuh primer
2. Memiliki celah faring (celah insang) pada beberapa tahap selama perkembangannya
3. Tubuh triploblastik
4. Simetri tubuh bilateral
5. Memiliki sedikit segmen tubuh
6. Sistem pencernaan sempurna
7. Sistem peredaran darah tertutup
8. Alat ekresi berupa ginjal
9. Gonokoris, reproduksi secara seksual
10. Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi

Klasifikasi Filum Chordata

a. Subfilum Tunicata
Ciri-ciri :
1. Fase larva melekat pada dasar perairan hingga dewasa
2. Memiliki celah insang untuk pertukaran gas dan penyerapan makanan
Contoh : Halocynthia (hewan penyemprot laut)

b. Subfilum Cephalochordata
Ciri-ciri :
1. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk berenang dan membenamkan ekor ke dalam pasir diperairan dangkal
2. Memiliki celah insang untuk pertukaran gas
Contoh : Branchiostoma (lanset)

c. Subfilum Vertebrata
Ciri-ciri :
1. Memiliki tulang belakang (vertebrae)
2. Sebagian besar anggotanya merupakan hewan berkaki empat kecuali pisces

Klasifikasi Vertebrata
a. Kelas Agnatha
1. Memiliki tubuh yang lunak, rahang termodifikasi menjadi alat isap dan sepasang mata
2. Hidup sebagai parasit ikan
Contoh : lamprei dan belut lendir
b. Kelas Placodermi, memiliki rahang yang menggantung
c. Kelas Chondrichthyes, merupakan ikan bertulang rawan. Contoh ikan pari dan hiu
d. Kelas Osteichthyes, merupaka ikan bertulang keras, hidup di air laut dan tawar. Contohnya lele dan gurami
e. Kelas Amphibia
Ciri-ciri :
1. Merupakan hewan berkaki empat (tetrapoda)
2. Struktur tubuh amphibi dianggap sebagai peralihan organisme air dan darat
3. Memiliki kulit yang basah dan berlendir
4. Siklus hidup mengalami metamorfosis
5. Reproduksi secara seksual berlangsung didalam air
Klasifikasi Amphibi
1. Ordo Apoda, misalnya salamander cacing ( Ichthyophis glutinosa)
2. Ordo Caudata, misalnya salamander (salamander maculosa)
3. Ordo Anura, misalnya katak hijau (rana sp), kodok (Bufo melanotictus)dan katak pohon (Rhacophorus reinwardi)
f. Kelas Reptil
Merupakan hewan melata dan menghasilkan telur amnion (membran yang melindungi embrio, menyediakan makanan, oksigen dan iar bagi embrio)
Klasifikasi Reptil
1. Ordo Testudinata, memiliki kerapas, contohnya penyu dan kura-kura
2. Ordo Squamata, memiliki kulit yang mengandung zat tanduk, misalnya kadal, cecak, ular
3. Ordo Loricata, memiliki tubuh bersisik, misalnya buaya dan aligator
4. Ordo Rhynchocepholia, memiliki kulit yang mengandung zat tanduk, bersisik, dan punggung berduri misalnya Tautara.
g. Kelas Aves
Merupakan hewan yang memiliki paruh, berbulu, bersayap dan umumnya bisa terbang.
Klasifikasi kelas Aves
1. Ordo Galliformes, misalnya ayam hutan, kalkun, puyuh
2. Ordo Psittaciformes, misalnya kakatua, betet
3. Ordo Passeriformes, misalnya burung layang-layang, gagak, kutilang dan jalak
4. Ordo Columbiformes, misalnya merpati dan perkutut
5. Ordo Strigiformes, misalnyaburung hantu
6. Ordo Piciformes, misalnya burung pelatuk
7. Ordo Gelliformes, misalnya burung merak
8. Ordo Falconiformes, misalnya elang bondol
9. Ordo Casuariformes, misalnya kasuari
10. Ordo Struthioniformes, misalnya burung unta
h. Kelas Mamalia
Ciri khas mamalia yaitu memiliki kelenjar mamae untuk menyusui anaknya.
Klasifikasi Mamalia
1. Subkelas Prototheria
Memiliki paruh dan bersifat ovipar, terdiri atas ordo Monotremata. Contohnya platipus.
2. Subkelas Theria
Teridiri atas beberapa ordo :
a. Ordo Marsupialia (mamalia berkantung), misalnya kanguru
b. Ordo Rodentia (mamalia pengerat), misalnya tikus, marmut dan tupai
c. Ordo Pholidota (mamalia bersisik dan tidak bergigi), misalnya ternggiling
d. Ordo Cetacea (mamalia tidak berambut), misalnya paus, pesut dan lumba-lumba
e. Ordo Insectivora (mamalia pemakan serangga), misalnya cerucut
f. Ordo Chiroptera, memiliki sayap dari jaringan kulit dan mampu menentukan lokasi menggunakan gema duara (echolocation). Misalnya kelelawar
g. Ordo Sirenia, misalnya dugong
h. Ordo Artiodactyla, merupakan mamalia berkuku genap. Misalnya babi, unta dan kerbau
i. Ordo Perissodactyla, merupakan mamalia berkuku ganjil. Misalnya badak dan kuda
j. Ordo Primata, merupakan mamalia yang pada setiap anggota geraknya memiliki jari beserta kukunya dengan ibu jari saling berlawanan. Misalnya kera, gorila, dan manusia
k. Ordo Carnivora (mamalia pemakan daging), misalnya harimau, serigala dan beruang
l. Ordo Proboscidea, mamalia yang memiliki belalai dan gading, misalnya gajah.

Peranan Filum Chordata
1. Sebagai bahan makanan
Protein hewani yang berasal dari ikan, burung, paus, sapi.
2. Bahan obat-obatan
Industri bioteknologi erhasil membuat obat tidur dan penenang dari kuda laut, obat luka dan tetanus dari tempurung kura-kura, serta memproduksi hormon insulin dari babi.
3. Hama pertanian
Babi hutan dan monyet dapat merusak tanaman pertanian
4. Pengembangan ilmu dan pengetahuan
Mencit putih sering dipakai sebagai hewan uji untuk mencobakan keefektifan suatu obat.
5. Hobi dan rekreasi
Kebun binatang merupakan salah satu tempat rekreasi dan hobi bagi manusia
6. Bahan sandang
Kulit buaya, sapi, kambing dan ular dapat dijadikan bahan pembuatan berbagai produk sandang seperti tas hingga pakaian.




Sumber : Buku biologi SMA



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel