Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Tujuan Mempelajari Psikologi Perkembangan

Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Tujuan Mempelajari Psikologi Perkembangan
a. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Psikologi Perkembangan
Sebagai suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, psikologi perkembangan telah melewati sejarah yang cukup panjang. Sejarah psikologi perkembangan ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu:
1. Minat awal mempelajari psikologi perkembangan anak,
2. Dasar-dasar psikologi perkembangan secara ilmiah, dan
3. Munculnya psikologi perkembangan secara modern.


1) Minat awal mempelajari psikologi perkembangan anak
Plato (427-346 SM) merupakan salah seorang filosof yang banyak mempengaruhi pandangan masyarakat tentang kehidupan anak. Menurut Plato, perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis. Potensi individu ditentukan oleh factor keturunan. Artinya, sejak lahir anak telah memiliki bakat-bakat atau benih-benih kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengasuhan dan pendidikan.
Pada akhir abad ke-17, seorang filosof Inggris keamanan, John Locke (1632-1704) mengemukakan bahwa pengalaman dan pendidikan merupakan factor yang paling menentukan dan perkembangan anak. Ia tidak mengakui adanya kemampuan bawaan (innate knowledge) . sebaliknya menurut beliau isi kejiwaan anak ketika dilahirkan adalah ibarat secarik kertas yang masih kosong, dimana bentuk dan corak kertas tersebut nantinya sangat ditentukan oleh bagaimana kertas itu ditulisi. Dikenal dengan istilah “tabula rasa” (Blank slate).
2) Dasar-dasar psikologi perkembangan secara ilmiah
Gambaran tentang masa anak-anak yang diungkapkan oleh Plato, Locke, dan Rousseau pada dasarnya bersifat spekulatif karna tidak mengajukan bukti-bukti yang nyata dari hasil observasi pada anak-anak. Tetapi penelitian yang lebih terarah terhadap kehidupan dan perkembangan psikis anak baru dimulai pada abad ke-18, walaupun jika ditinjau dari segi ilmiah dan sistematika dapat dikatakan belum memuaskan.
Dalam periode ini sumber penting untuk mempelajari anak adalah catatan-catatan harian mengenai perkembangan dan tingkah laku anak. Tetapi catatan-catatan itu baru ditulis terhadap anak-anak sendiri. Misalnya seorang ahli pedidikan dari Swiss, Johan Heinrich Pestalozzi (1746-1827) pada tahun 1774 menerbitkan catatan-catatan harian yang ditulis terhadap anaknya sendiri yang berusia 3,5 tahun. Dan dia mendukung pendapat Rousseau bahwa seorang anak yang dilahirkan pada dasarnya mempunyai segi-segi yang baik, dan perkembangan selanjutnya banyak dipengaruhi oleh aktivitas anak itu sendiri.
3) Munculnya psikologi perkembangan secara modern
Studi sistematis tentang psikologi perkembangan mengalami perkembangan yang signifikan pada abad ke-20. Penelitian-penelitian yang dilakukan pada zaman ini lebih bersifat deskriptif dan lebih dititikberatkan pada ciri-ciri khas yang terdapat secara umum, golongan-golongan umur serta masa-masa perkembangan tertentu.
Perubahan dalam studi psikologi perkembangan terjadi setelah J.B. Watson memperkenalkan teori Behaviorisme. Dalam teorinya Watson menggunakan prinsip-prinsip “calssicalconditioning” untuk memperjelas perkembangan suatu tingkah laku. Menurutnya prinsip-prinsip conditioningdan prinsip-prinsip belajar dapat diterapkan pada semua perkembangan psikologis. Karya Watson ini memancing perkembangan teori-teori psikologi yang bertentangan.
Dalam kurun waktu yang sama pengaruh Sigmund Freud dalam psikologi perkembangan juga mulai terlihat. Dalam kunjungannya ke Amerika atas undangan G.Stanley Hall pada tahun 1909 dalam ceramahnya menyampaikan penjelasan tentang teori psikoanalisisnya, yang menekankan pengalaman masa bayi dan anak-anak mempunyai pengaruh yang menentukan terhadap perkembangan kepribadian dan tingkah laku orang dewasa. Semula teori ini banyak ditentang oleh psikolog perkembangan. Baru sekitar tahun 1930-an dilakukan usaha yang sungguh-sungguh dalam bentuk penelitian tentang aspek perkembangan dari teorinya.
Namun pengaruh dari Watson, Freud dan tokoh yang lain dalam disiplin ilmu ini besar, namun sampai tahun 1930-an penelitian-penelitian psikologi perkembangan masih bersifat deskriptif. Dan ini yang menjadi kurang nya publikasi mengenai psikologi perkembangan ini, hingga sekitar tahun 1939-1949. Namun ternyata kemunduran ini tidak berlangsung lama karena pada tahun 1950-an psikologi perkembangan memasuki periode baru dalam tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Dan ini berlangsung hingga saat ini.


b. Tujuan Mempelajari Psikologi Perkembangan
Menurut Plotnik (2005;4) seorang ahli psikologi, mendeskripsikan tujuan dari psikologi adalah:
1. Tujuan pertama psikologi adalah Mendeskripsikan beraneka macam cara perilaku organism. (the first goal of psychology is to describe the different ways that organisms behave).
2. Tujuan kedua psikologi adalah menjelaskan sebab-sebab dari perilaku (the second goal of psychology is to explain the cause of behavior).
3. Tujuan ketiga psikologi adalah memprediksikan bagaimana organisme akan berperilaku dalam suatu situasi tertentu. (the third goal of psychology is to predict how organism will behave in certain situations).
4. Tujuan keempat psikologi adalah mengontrol perilaku makhluk hidup (for some psychologists, the fourth goal of psychology is to control an organism’s behavior).




Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel