Sejarah Ilmu Jiwa Perkembangan


Sejarah Ilmu Jiwa Perkembangan

Ilmu jiwa perkembangan adalah ilmu jiwa khusus yang membicarakan perkembangan jiwa manusia sejak konsepsi hingga kematian. Sedangkan ilmu jiwa anak adalah bagian dari ilmu jiwa perkembangan yang mempelajari perkembangan anak sejak konsepsi hingga kedewasaan.

Dalam membahas ilmu jiwa perkembangan banyak-banyak dibicarakan sejarah ilmu jiwa anak, namun hal-hal lain tidak dapat diabaikan begitu saja.

Dengan gambaran tersebut, maka sejarah perkembangan ilmu jiwa anak dapat dikemukakan secara sederhana sebagai berikut:
Abad 17 Johann Amos Comenius (1592-1670)

Comenius merupan seorang ahli pengetahuan, dalam bukunya “DIDACTICA MAGNA” ia berpendapat bahwa “sistem pendidikan yang cocok bagi masa hidup anak yaitu enam tahun pertama”. Dan dalam bukunya yang ke-2 yaitu “ORBIS PICTUS” menekankan bahwa “anak lebih dahulu memahami fakta-fakta objektif daripada yang abstrak”.
Abad 18

Pada abad ini timbullah aliran kejiwaan yang disebut Rasionalisme. Penganut aliran ini beranggapan bahwa akal (ratio) adalah sumber kebenaran yang bersumber dari kepercayaan atau tradisi.beberapa tokoh yang membawa cita-cita baru dan yang menentukan pendidikan pada zaman itu adalah:
John Locke (1632-1704) (seorang empiris)

John Locke sebagai seorang pendidik, ia sangat menghargai pendidikan jasmani dan mempertahankan pendidikan di rumah. Ia berpendapat bahwa pendidikan anak itu lebih baik diserahkan kepada pendidik di rumah daripada di sekolah, alasannya bahwa pembentukan kepribadian anak itu akan dapat lebih terjamin di rumah daripada di sekolah.

Sistem pendidikan John Locke adalah bersifat individualistic. Ia beranggapan bahwa pendidikan itu tidak punya funsi social. Tujuan pendidikan menurut John Locke adalah menjadikan akan orang yang baik dan berguna dan hidup dalam suasana kebahagian.
Jean Jacques Rousseau (cita-cita hidup “kembali ke alam”)

Asas pendidikan Jean Jacques Rousseau adalah “Kebebasan”. Anak harus dijauhkan dari pengaruh masyarakat yang buruk, dalam arti bahwa hanya alamlah yang memimpin dan memerintah anak. Jadi tugas pendidik hanyalah terbatas pada penjauhkan segala pengaruh buruk terhadap anak.
Johan Heindrich Pastalozzi (1786-1827)

Pastalozzi sebagai pendidik, iya menghendaki pendidikan yang berdasarkan “kodrat anak”. Adapun tujuan pendidikannya adalah mengembangkan segala daya kemampuan anak dan dengan dasar itu akan membawa ia ke arah kemanusiaan yang sejati. Dimana tugas pendidik dalam hal ini adalah memberikan pertolongan kepada anak agar ia kelak dapat menolong dirinya sendiri.
Fredrich Frobel (1782-1852)

Menurut Frobel anak adalah suatu organisme yang tumbuh berkembang dari dalam, karena itulah ia lebih mengutamakan prinsip “kerja sendiri” daripada prinsip Pestalozzi. Prinsip auto-activated ini pada anak sampai berusia 7 tahun harus diwujudkan dalam bentuk permainan. Karena itulah pendidikan di “kindergarten” itu sangat perlu.

Oleh karena itu Frobel menggunakan permainan sebagai cara untuk mengembangkan pribadi anak. Sebenarnya Frobel lebih merupakan seorang ahli pendidik daripada ahli psikologi anak-anak.
Dietrich Tiedemann (jerman 1748-1803)

Tiedemann menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Beo Bachtungen uber die Entwickling der Seelenfahigkeiten bei Kindern” (pengamatan mengenai perkembangan bakat-bakat kejiwaan anak-anak).

Buku yang diterbitkan itu adalah hasil observasinya tentang perkembangan anaknya sendiri selama masa hidup perkembangan pertama, yaitu sejak lahir sampai umur satu tahun. Beliau adalah pelopor dari metode biografi daripada anak.
Psikologi Anak Pada Abad Ke-19

Masa ini dipandang sebagai masa perkembangan psikologi anak yang ke-2, sebagai lanjutan dari usaha-usaha yang telah dirintis oleh Frobel. Adapun tokoh-tokoh utama dari zaman ini adalah:
Herbart (1776-1841)

Herbart berpendapat bahwa perasaan dan hasrat sebagai daya jiwa tidak dapat dipisahkan dengan tanggapan. Dari segi pendidikan Herbart mendasarkan pendidikannya pada etika dan ilmu jiwa. Tujuan pendidikannya diambil dari etika (kesusilaan) sedang alat pendidikannya diambil dari ilmu jiwa, yang teori “Tanggapan Herbart”.
Wilhelm Preyer (1842-1892)

Preyer melakukan observasinya terhadap anaknya sendiri , dari lahir sampai umur 3 tahun dengan sasaran utama penyelidikannya adalah fungsi-fungsi motorik dan pancaindra. Karenanya dia dianggap sebagai “Bapak Psikologi Anak”.
Wilhelm Wundt (1983-1920)

Wilhelm Wundt berjasa mengangkat psikologi empiris menjadi ilmu pengetahuan yang otonom, karena itu dia di juluki “Bapak Psikologi Eksperimental”.
Alfred Binet (1857-1911)

Penyelidikan Binet mengenai kecerdasan anak sehingga banyak member sumbangan bagi kemajuan psikologi anak. Binet berjasa mengembangkan metode testing bagi ukuran kecerdasan anak.
Psikologi Perkembangan Pada Abad ke-20

Abad ke-20 disebut juga abad anak, karena abad ini banyak menyumbangkan penyelidikan terhadap anak dan berpengaruh besar pada pembaharuaan pendidikan secara tidak langsung. Diantaranya tokoh yang banyak berjasa adalah:
Ernest Meumann (1862-1951)

Dia menjadi guru besar di berbagai universitas, seperti di Zurich, Koningsberg dan Humburg.
Alfred Binet (1857-1911)

Sejak tahun 1890 ia sudah menjadi ahli psikologi yang terkenal di Universitas Paris. pada tahun 1905 diterbitkan hasil karyanya yang pertama mengenai tes intelegensi anak, kemudian karya tersebut di sempurnakan bersama dengan Simon pada tahun 1911.
James Mark Boldwin (1864-1934)

Boldwin adalah seorang ahli dalam berbagai bidang ilmu. Karyanya terkenal dengan judul “mental development in the child and the race” (Perkembangan mental dan fisik anak). Pengaruh Boldwin terutama karena hipotesanya tentang “Circular Reaction” artinya beredar, yang menerangkan bahwa proses perkembangan itu sebagai proses imitasi yang berlangsung dengan adaptasi dan seleksi.
B. Metode Psikologi Perkembangan

Metode yang lebih spesifik adalah cara-cara khusus yang digunakan untuk mengetahui gejala perkembangan yang sedang timbul. Adapun metode-metode yang digunakan dalam psikologi perkembangan antara lain adalah :
Metode observasi

Observasi adalah suatu cara yang dilakukan untuk mengamati semua tingkah laku yang terlihat pada suatu jangka waktu tertentu atau pada suatu tahapan perkembangan tertentu. Metode observasi ini dapat dibedakan atas dua, yaitu:
Observasi alami (natural observation)
Observasi terkontrol (controlled observation)
Metode eksperimen

Metode eksperimen adalah metode penelitian dalam psikologi perkembangan dengan melakukan kegiatan-kegiatan percobaan pada anak. Penggunaan metode ini yang dilakukan terhadap anak-anak tidaklah mudah, karena anak-anak sangat sugestibel, mudah di pengaruhi, bertingkah laku semaunya, sering sulit diberikan pengertian, dan sukar diketahui dengan jelas apa yang dimaksudkan oleh anak itu.
Metode klinis (Metode riwayat hidup)

Metode klinis adalah suatu metode penelitisn yang khusus ditujukkan kepada anak-anak dengan cara menagamat-amati, mengajak bercakap-cakap dan tanya jawab. Penggunaan metode klinis ini merupakan penggabungan antara metode eksperimen dengan observasi. metode penelitian yang khusus ditujukan kepada anak-anak dengan cara mengamat-amati, mengajak bercakap-cakap dan tanyajawab. Cara ini diterapkan dalam rangka untuk memperoleh kesimpulanadanya kelainan jiwa untuk selanjutnya, dapat diberikan pengobatan.
Metode tes

Metode TesAdalah metode yang digunakan untuk mengadakan pengukuran tertentu terhadapobjeknya. Tes merupakan instrument penelitian yang penting dalam psikologikontenporer, yang digunakan untuk mengukur segala jenis kemampuan, minat, sikapdan hasil kerja.
Metode interview

Metode Interview ,merupakan metode yang sangat lazim dan praktis digunakan oleh para orang tuapendidik untuk menyelidiki kondisi anak-anak didiknya dengan cara mengadakantanya jawab atau wawancara . Walaupun tampaknya sederhana, metode ini punmembutuhkan adanya ketrampilan tersendiri dan menghindari kesan yang dibuat-buat (semu), sehingga menyulitkan diperolehnya data yang dikehendaki yakni datayang asli.
Metode questionnaire

Metode QuestionnarePenggunaanya cukup dengan menyodorkan daftar pertanyaan yang sudah disistematisasi sedemikian rupa dan diselaraskan dengan tujuan penelitian untukdapat dijawab secara tepat dan benar. Yang perlu diperhatikan pada metode iniantara lain bahasa untuk dapat dimengerti anak. Setelah jawaban diperoleh,pekerjaan selanjutnya ialah menarik kesimpulan.
Metode Collection

Metode Collection Ini dapat dikerjakan dengan mengumpulkan segala sesuatu yang merupakankarya/kegemaran anak-anak, antara lain: Surat-surat, catatan harian(diary), karangan, perangko, lukisan, foto, dll. Dari bahan-bahan tersebut sangat bermanfaat untuk dipelajari dan selanjutnya dianalisis serta diambil kesimpulan.
source:irma



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel