MAKALAH FUNGSI DAN TUJUAN EVALUASI PEMBELAJARAN


MAKALAH
FUNGSI DAN TUJUAN EVALUASI PEMBELAJARAN
                                                           
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok:
                                 Mata Kuliah       : Evaluasi Pembelajaran
                                 Semester             : V
                                 Prodi                  : PGSD
                                 Dosen                 : Heru Purnomo, M.Pd.
                                


Disusun oleh:
Dani
Leni Marlina Devi
Nur Munawaroh

3. G (PGSD)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KUNINGAN
2016

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah. SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah “Evaluasi Pembelajaran”. Sholawat beserta salam kita sampaikan kepada nabi besar kita Muhammad Saw yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran di program studi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Universitas Kuningan. Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Heru Purnomo, M.Pd. selaku pembimbing mata kuliah Evaluasi Pembelajaran dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


Penulis



               











DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .....................................................................................................          i
DAFTAR ISI ...................................................................................................................         ii
BAB I        : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ........................................................................................         1
B.     Rumusan Masalah ...................................................................................         2
C.     Tujuan ......................................................................................................         2
BAB II       : PEMBAHASAN
A.    Kedudukan Evaluasi dalam Pembelajaran ..............................................         3
B.     Fungsi Evaluasi Pembelajaran .................................................................         5
C.     Tujuan Evaluasi Pembelajaran ................................................................         8
BAB III     : PENUTUP
A.    Kesimpulan ..............................................................................................       12
B.     Saran ........................................................................................................       12
DAFTAR PUSTAKA  .....................................................................................................       13











BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Bermula dari keinginan manusia yang selalu ingin mejadi lebih baik dari waktu ke waktu, maka setiap orang berusaha untuk mengembangkan kemampuannya untuk mensejahterakan hidupnya. Jika kita lihat saat ini di dunia bisnis, para pelaku bisnis berusaha untuk terus mengembangkan produknya menjadi produk yang paling diminati oleh konsumennya. Mereka tidak berdiam diri melihat persaingan yang terus meningkat di dunia industry. Mereka mengubah produk mereka sesuai dengan perkembangan zaman sehingga produk mereka akan tetap dicintai oleh para konsumennya dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Kendatipun produk tersebut sudah mencapai kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, produk tersebut tidak akan berhenti untuk dibicarakan mengenai pembaruan apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Hal yang sama dilakukan di dalam dunia pendidikan, dimana pendidikan haruslah terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Karena tidak mungkin manusia akan berada tetap dalam kondisi dan situasi yang sama, maka pola pendidikanpun harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan manusia tersebut. Setiap perbuatan dan tindakan dalam pendidikan selalu menghendaki hasil. Pendidik selalu berharap bahwa hasil yang diperoleh sekarang lebih baik dan memuaskan dari hasil yang diperoleh sebelumnya, untuk menentukan dan membandingkan antara satu hasil dengan lainnya diperlukan adanya evaluasi.
Diakui bahwa kritik-kritik sering muncul tentang sistem pendidikan yang sering berubah dan tidak seimbang. Kurikulum yang kurang tepat dengan mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak  berfokus pada hal-hal yang seharusnya diberikan dan lain sebagainya. Untuk mengatasi masalah yang seperti ini perlu adanya evaluasi pendidikan, agar setiap kekurangan ataupun kegagalan pada kurikulum yang diajarkan bisa diperbaiki pada kurikulum yang akan datang. Ruang lingkup pendidikan sangat luas, mulai dari masukan (input), proses sampai hasil (output) yang diperoleh. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran penilaian dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan suatu proses untuk mengumpulkan, menganalisa dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam Abdul Majid (2009:185) evaluasi merupakan pengukuran ketercapaian program pendidikan, perencanaan suatu program subtansi pendidilan termasuk kurikulum dan pelaksanaannya, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru, pengelolaan pendidikan dan reformasi pendidikan secara keseluruhan. Untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan itu sudah sesuai dengan tujuannya maka harus dilakukan umpan balik.

B.     Rumusan Masalah
Melihat dari apa yang dipaparkan di latar belakang, maka penulis ingin memfokuskan penulisan makalah ini ke dalam :
1.      Bagaimana kedudukan evaluasi dalam pembelajaran?
2.      Apakah fungsi dari evaluasi pembelajaran?
3.      Apa tujuan dari evaluasi pembelajaran?

C.    Tujuan
Dari penulisan makalah ini diharapkan mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar dapat mengetahui bagaiamana kedudukan evaluasi dalam pembelajaran, apa fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran serta dapat mengaplikasikannya kelak dikemudian hari sebagai bekal menuju dunia professional.

`














BAB II
PEMBAHASAN


A.    Kedudukan Evaluasi dalam Pembelajaran
Dalam evaluasi pendidikan, ada empat komponen yang saling terkait dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Empat komponen yang sering digunakan dalam melakukan evaluasi yaitu evaluasi, penilaian, pengukuran, tes dan non tes. Keempat komponen tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan. Apabila salah satu rantai dari empat komponen ini terputus maka tidak akan sempurnalah aspek evaluasi dalam sebuah pembelajaran.
Dalam Rasyid (2009:2), Nitko & Brookhart (2007) mendefinisikan evaluasi sebagai suatu proses penetapan nilai yang berkaitan dengan kinerja dan hasil karya siswa. Evaluasi merupakan satu rangkaian kegiatan dalam meningkatkan kualitas, kinerja atau produktivitas suatu lembaga dalam melaksanakan programnya (Mardapi,2004). Melalui evaluasi akan diperoleh informasi tentang apa yang telah dicapai dan mana yang belum, dan selanjutnya informasi ini digunakan untuk perbaikan dan peningkatan suatu program. Evaluasi menurut Griffin dan Nix (1991) adalah judgement terhadap nilai atau implikasi dari hasil pengukuran. Jika merujuk definisi ini, kegiatan evaluasi selalu didahului dengan kegiatan pengukuran dan penilaian.
Dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 21 dijelaskan bahwa “evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan”. Artinya evaluasi memiliki satu poin utama, yaitu berupa pertanggungjawaban atas semua penyelenggaraan pendidikan yang telah berlangsung.
Evaluasi secara singkat juga dapat didefinisikan sebagai proses pengumpulan informasi untuk mengetahui pencapaian belajar kelas atau kelompok. Hasil evaluasi diharapkan dapat mendorong pendidik untuk mengajar lebih baik lagi dan mendorong peserta didik untuk belajar lebih baik. Informasi yang digunakan untuk mengevaluasi program pembelajaran harus memiliki kesalahan sekecil mungkin. Dalam Rasyid (2009:3), Astin (1993) menyarankan tiga komponen yang harus dievaluasi agar hasilnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. ketiga komponen itu adalah masukan, lingkungan sekolah, dan keluaran. Selama ini yang dievaluasi adalah prestasi belajar peserta didik, khususnya ranah kognitif saja. Ranah afektif jarang diperhatikan lembaga pendidikan, walau semua menganggap hal itu penting. Kondisi lingkungan sekolah ikut menentukan kualitas pendidikan, namun jarang dievaluasi, bahkan tidak pernah dilakukan. Hal ini disebabkan karena instrument dan data yang diperlukan sulit disusun dan dijaring.
Jika kita telah memahami pengertian tes, pengukuran, penilaian dan evlauasi maka selanjutnya kita dapat menentukan kedudukan daripada tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi.
Sebagaimana diungkapkan Suryanto, dkk. (2009:1.9) tes merupakan salah satu alat ukur yang digunakan untuk menagih hasil belajar siswa. Jika kita telah melaksanakan tes matematika maka kita akan mendapatkan data hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika. Data hasil belajar siswa tersebut merupakan hasil pengukuran. Jadi untuk melakukan pengukuran diperlukan alat ukur. Alat ukur yang digunakan untuk memperoleh informasi hasil belajar dapat berupa tes atau non-tes. Dari kumpulan data tersebut kita dapat menarik kesimpulan tentang perkembangan belajar matematika siswa, kegiatan inilah yang disebut sebagai penilaian. Setelah selesai pembelajaran, kita ingin melihat efektivitas program pembelajaran yang kita lakukan maka kita perlu melihat kembali peran setiap komponen dalam program pembelajaran. Berdasarkan data-data yang kita peroleh dari setiap komponen kegiatan pembelajaran maka kita dapat menilai efektivitas program pembelajaran kita, inilah yang dikenal sebagai evaluasi program pembelajaran.
Dalam Nuriyah (2014 : 75) dapat digambarkan hubungan antara pengetesan, penilaian, evaluasi dan pembelajaran sebagai berikut (After Brown, 2004: 5):
 








Gambar 1. Hubungan antara Pengetesan, Penilaian, Evaluasi dan Pengajaran



Bisa kita simpulkan dari gambar di atas bahwa untuk melakukan pengukuran kita membutuhkan alat berupa tes atau non-tes. Selanjutnya untuk melakukan penilaian kita memerlukan data yang didapat dari hasil pengukuran. Selanjutnya kita bisa melakukan evaluasi apabila proses penilaian telah terlaksanakan. Kegiatan mengevaluasi tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam sebuah pengajaran atau pembelajaran.

B.     Fungsi Evaluasi Pembelajaran
Dikatakan Ghani (2008:164) bahwa pembelajaran merupakan suatu system yang unsur-unsurnya saling berinteraksi. Keberhasilan pembelajaran antara lain ditentukan oleh keterampilan guru dalam memilih dan menerapkan metode yang tepat serta strategi belajar yang digunakan oleh peserta didik. Namun kenyataannya masih banyak guru yang belum menyadari hal tersebut dikarenakan kurangnya inisiatif guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran yang telah ia laksanakan. Sehingga hasilnya guru cenderung menggunakan model belajar yang itu-itu saja. Padahal jika kita sadari, secara umum evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok, yaitu:
1.      Mengukur kemajuan
2.      Penunjang penyusunan rencana
3.      Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.
Jika dilihat dari fungsi diatas setidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi , yaitu a) hasil evaluasi yang diperoleh dari kegiatan evaluasi itu ternyata mengembirakan, sehingga dapat memberikan rasa lega bagi evaluator, sebab tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan. b) hasil evaluasi itu ternyata tidak mengembirakan atau bahkan mengkhawatirkan, dengan alasan bahwa berdsar hasil evaluasi ternyata dijumpai adanya penyimpangan, hambatan, atau kendala, sehingga mengharuskan evaluator untuk bersikap waspada. Ia perlu memikirkan dan melakukan pengkajian ulang terhadap rencana yang telah disusun, atau mengubah dan memperbaiki cara pelaksanaannya. Berdasar  data hasil evaluasi itu selanjutnya dicari metode-metode lain yang dipandang lebih tepat dan lebih sesuai dengan keadaan dan keperluan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa fungsi evaluasi itu memiliki fungsi: menunjang penyusunan rencana.



I.          Fungsi Evaluasi dalam Dunia Pendidikan
Fungsi evaluasi memang cukup luas, bergantung dari sudut mana kita melihatnya. Bila kita melihat secara menyeluruh, fungsi evaluasi sebagaimana  Arifin (2014:16) mengungkapkan bahwa, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari beberapa segi, diantaranya:
1.      Segi Psikologis, kegiatan evaluasi dalam dunia pendidikan disekolah dapat disoroti dari 2 sisi, yaitu sisi peserta didik dan dari sisi pendidik.
a.       Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara psikologis akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masing-masing ditengah-tengah kelompok atau kelasnya.
b.      Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kapasitas atau ketepatan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini yang telah membawa hasil, sehingga secara psikologis ia memiliki pedoman guna menentukan langkah-langkah apa saja perlu dilakukan selanjutnya.

2.      Segi Sosiologis
Dari segi ini, evaluasi berfungsi untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat. Mampu dalam arti peserta didik dapat berkomunikasi dan beradaptasi terhadap seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristiknya. Lebih jauh dari itu diharapkan peserta didik dapat membina dan mengembangkan semua potensi yang ada dalam masyarakat. Hal ini penting karena mampu tidaknya peserta didik terjun ke masyarakat akan memberikan ukuran tersendiri terhadap institusi pendidikan yang bersangkutan. Implikasinya adalah bahwa kurikulum dan pembelajaran harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3.      Segi Didaktis-Metodis
Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara didaktik (khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan prestasinya.
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan secara didaktik itu setidak-tidaknya memiliki 5 macam fungsi, yaitu:
1)      Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya.
2)      Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.
3)      Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
4)      Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
5)      Memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditetukan dapat dicapai.

4.      Segi Administratif, evaluasi pendidikan setidak-tidaknya memiliki 3 macam fungsi:
a.       Memberikan laporan
b.      Memberikan bahan-bahan keterangan (data)
c.       Memberikan gambaran.

II.       Fungsi Evaluasi dalam Sistem Pendidikan
Dengan mengetahui makna penilaian ditinjau dari berbagai segi dalam system pendidikan, maka fungsi evaluasi menurut Arikunto (2015:18-19) terdapat beberapa fungsi diantaranya :
1.      Evaluasi berfungsi selektif
Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain;
1)      Untuk memilihg siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
2)      Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya
3)      Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
4)      Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya
2.      Evaluasi berfungsi diagnostic.
Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Di samping itu diketahui pula sebab-musabab kelemahan itu. Jadi dengan mengadakan penilaian, sbeenarnya guru melakukan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah mencari cara untuk mengatasinya.
3.      Evaluasi berfungsi sebagai penempatan
System baru yang kini banyak dipipulerkan di negeri barat, adalah system belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan dari timbulnya system ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemampuan individual. Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat sendiri-sendiri sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaikan  dengan pembawaan yang ada. Akan tetapi disebabkan keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan, yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali di laksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pastidi kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu evaluasi. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil evaluasi yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.
4.      Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan.
Fungsi keempat dari evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa factor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana dan system kurikulum.
Adapun fungsi Evaluasi dalam proses pengembangan system pendidikan dimaksudkan untuk;
1)      Perbaikan system
Perbaikan system artinya ada yang yang kurang tepat/salah dan mesti diperbaiki dalam alur system pendidikan yang sudah ada di negara kita.
2)      Pertanggung jawaban kepada pemerintah dan masyarakat
Pelaksanaan pendidikan mengacu pada tujuan pendidikan, baik buruknya output pendidikan harus dipertanggung jawabkan kepada pemerintah selaku pembuat kurikulum dan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat selaku tujuan akhir peserta didik.
3)      Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan.
Dengan mengevaluasi kita mampu menentukan tindak lanjut hasil pengembangan pendidikan yang telah ada. Apakah perlu perbaikan atau sudah cukup baik sehingga tidak perlu perbaikan?.

C.    Tujuan Evaluasi Pembelajaran
Jika kita ingin melakukan kegiatan evaluasi, terlepas dari jenis evaluasi apa yang digunakan, maka guru harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu tentang tujuan dan fungsi evaluasi. Bila tidak, maka guru akan mengalami kesulitan merencanakan dan melaksanakan evaluasi. Hampir setiap orang yang membahas evaluasi pula tentang tujuan dan fungsi evaluasi. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut tentang tujuan materi, metode, media sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri. Sedangkan tujuan khusus evaluasi pembelajaran disesuaikan dengan  jenis evaluasi pembelajaran itu sendiri, seperti evaluasi perencanaan dan pengembangan, evaluasi monitoring, evaluasi dampak, evaluasi efisinensi-ekonomi, dan evaluasi program komprehensif.
Tidak serta merta sebuah kegiatan dievaluasi jika tidak memiliki tujuan yang jelas. Begitupun evaluasi dalam sebuah pembelajaran pastinya memiliki tujuan yang akan dicapai. Sebagaimana Zainal Arifin dalam makalahnya tentang “Evaluasi Pembelajaran (Teori dan Praktik) mengungkapkan bahwa secara umum, tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Indicator efektivitas dapat dilihat dari perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik. Perubahan tingkah laku itu dibandingkan dengan perubahan tingkah laku yang diharapkan sesuai dengan kompetensi, tujuan dan isi program pembelajaran. Adapun secara khusus, tujuan evaluasi adalah untuk :
1.      Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan.
2.      Mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses belajar. Sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial teaching.
3.      Mengetahui efisiensi dan efektifitas strategi pembelajaran yang digunakan guru, baik yang menyangkut metode, media maupun sumber-sumber belajar.
Lebih jauh, Depdiknas (2003 : 6) mengemukakan tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk (a) melihat produktivitas dan efektivitas kegiatan belajar-mengajar, (b) memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan guru, (c) memperbaiki dan menyempurnakan dan mengembangkan program belajar-mengajar, (d) mengetahui kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh siswa selama kegiatan belajar dan mencarikan jalan keluarnya, dan (e) menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuannya. Apabila kita melihat dari tujuan evaluasi yang dikemukakan oleh Departemen Pendidikan Nasional maka sudah sangat jelas bahwa yang namanya evaluasi memiliki peran yang sangat vital dalam pembelajaran. Dari semuanya itu saya bisa katakana bahwa tujuan evaluasi yaitu memperbaiki semua aspek yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Selain dari pemaparan Depdiknas tadi, tujuan evaluasi juga adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu, input, transformasi dan output. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu ; guru, media dan bahan beljar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.
Dalam konteks yang lebih luas lagi, Gilbert Sax (1980 : 28) mengemukakan tujuan evaluasi dan pengukuran adalah untuk  “selection, placement, diagnosis and remediation, feedback : norm-referenced and criterion-referenced interpretation, motivation and guidance of learning, program and curriculum interpretation, formative and summative evaluation, and theory development”.  Apabila kita artikan, Gilbert Sax mengungkapkan bahwa tujuan evaluasi adalah untuk seleksi, penempatan, diagnosis dan perbaikan, umpan balik: norma-direferensikan dan kriteria-direferensikan interpretasi, motivasi dan bimbingan belajar, program, dan penafsiran kurikulum, evaluasi formatif dan sumatif, dan teori pembangunan
Sebenarnya tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Tindak lanjut termaksud merupakan fungsi evaluasi dan dapat berupa:
1)      Penempatan pada tempat yang tepat
2)      Pemberian umpan balik
3)      Diagnosis kesulitan belajar siswa
4)      Penentuan kelulusan


BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Evaluasi memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan tujuan pendidikan di Indonesia. Dengan evaluasi kita bisa mengembangkan dan memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang baik dalam pembuatan program pembelajaran yang kita lakukan. Sebelum melakukan evaluasi kita terlebih dahulu harus mengukur dan menilai program pembelajaran yang kita buat, sehingga dengan dua kegiatan tadi kita mendapatkan informasi mengenai sejauhmana keberhasilan pembelajaran yang kita lakukan.
Evaluasi memiliki berbagai macam fungsi, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Evaluasi dapat berfungsi secara psikologis, diktatis-metodis, sosiologis  dan fungsi administrative.
Dalam satu kali proses belajar mengajar, guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum, dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat. Semua kegiatan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi. Dengan evaluasi guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Tujuan lain dari evaluasi diantaranya adalah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan evaluasi pembelajaran guru dapat mengklasifikasikan apakah seorang siswa termasuk kelompok siswa yang pandai, sedang, kurang atau cukup baik dikelasnya jika dibandingkan dengan teman-temannya. Hal ini dapat diperoleh dari data-data yang telah guru kumpulkan dengan menggunakan pengetesan, penilaian dan baru dievaluasi.

B.     Saran
Tidak dapat dipungkiri bahwa dewasa ini masih banyak tenaga pendidik yang kurang memperhatikan aspek evaluasi pembelajaran yang mereka lakukan. Padahal jika kita telaah lebih jauh dari kedudukan, fungsi dan tujuan evaluasi dalam sebuah pembelajaran, evaluasi ini mempunyai peran vital dalam upaya mensukseskan tujuan pendidikan di Indonesia.
Kita sebagai calon guru sekolah dasar diharapkan mampu mengaplikasikan evaluasi dalam pembelajaran kita nanti di dunia professional demi terwujudnya peserta didik yang lebih baik lagi. 

DAFTAR PUSTAKA



Arifin, Zainal. (2010). Makalah Evaluasi Pembelajaran: Teori dan Praktik. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
-------. (2014). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Arikunto, Suharsimi. (2015). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Gani, Abdul Rahman A.. (2008). Pengaruh Tes Formatif dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Tahun XII 10, No. 2, 162-176
Majid, Abdul. (2009). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Nuriyah, Nunung. (2014). Evaluasi Pembelajaran: Sebuah Kajian Teori. Jurnal Edueksos. Vol. III. No. 1, 73-86
Suryanto, Adi. (2009). Evaluasi Pembelajaran di SD. Jakarta : Universitas Terbuka
Rasyid, Harun. (2009). Penilaian Hasil Belajar. Bandung : CV. Wacana Prima
Undang-Undang. (2003). Undang-Undang, Nomor 20, Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional

 sumber:gurusddani




Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel