Ciri Umum Tasawuf, Sumber dan Unsur-unsurnya

CIRI UMUM TASAWUF

Abu Al-Wafa Al-Ganami At-Taftazani (peneliti tasawuf) berpendapat bahwa secara umum, tasawuf mempunyai lima cirri, yaitu :

Adanya moral

Pemenuhan fana (sirna) dalam realitas mutlak

Pengetahuan intuitif langsung

Timbulnya rasa kebahagiaan sebagai karunia Allah dalam diri seorang sufi karena tercapainya maqamat (maqam-maqam atau beberapa tingkatan),

Penggunaan simbol-simbol pengungkapan yang biasanya mengandung pengertian harfiah dan tersirat.6

SUMBER TASAWUF

Para orientalis barat menyatakan bahwa sumber tasawuf itu ada lima yaitu:

Unsur islam

Unsur islam bersumber pada ajaran islamya itu Al-quran dan As-sunnah serta praktek kehidupan Nabi SAW dan para sahabat.

Al-quran

Al-quran berbicara tentang kemungkinan manusia dengan tuhan dapat saling mencintai (mahabbah). Contoh terdapat dalam Q.S. Al-Maidah : 54

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌعَلِيم

wahai orang yang beriman, barang siapa diantara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dari yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Allah Maha luas (pemberian-Nya), Maha mengetahui”.

Perintah agar manusia senantiasa bertaubah membersihkan diri memohon ampunan kepada Allah SWT. Terdapat dalam QS. At-Tahrim : 8

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan obat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan Menghapus kesalah-salahanmu dan Memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, paada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata: “ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Petunjuk manusia akan senantiasa bertemu dengan tuhan dimana pun mereka berada. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Baqarah : 110

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُواْ لأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللّهِ إِنَّ اللّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

dan laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah, sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

Tuhan dapat memberikan cahaya kepada orang yang dikehendakiNya. Dalam QS. An-Nur : 35

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونِةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْتَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah (pemberi) cahaya (kepada)langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak ditimur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi,walaupun tidak disentuh api. Cahaya diatas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia Kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah MAha Mengetahui segala sesuatu”.

Mengingatkan manusia agar dalam hidupnya tidak diperbudak oleh kehidupan dunia dan harta benda. Dalam QS. Al-Fathir ayat 5

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ


wahai manusia, sungguh janji allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan)yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang allah”.

berfikir sabar dalam menjalani pendekatan diri kepada Allah.

As-sunnah

Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi maka Aku menjadikan makhluk agar mereka mengenal-Ku.”

Dari hadist diatas dapat mengambil sebuah petunjuk yang berarti alam raya, termasuk diri kita, yang merupakan cermin tuhan atau bayangan tuhan.

Tuhan ingin mengenal diriNya melalui penciptaan alam ini. Dengan demikian dalam alam raya ini terdapat potensi ketuhanan yang dapat didayagunakan untuk mengenalNya. Dan apa yang ada didalam alam raya ini akan kembali kepada tuhan.

Berikut ini beberapa matan hadist yang dsapat dipahami dengan pendekatan tasawuf.

barang siapa yang mengenal dirinya sendiri maka akan mengenal tuhannya”. 7

Hadist di atas, disamping melukiskan kedekatan hubungan antara tuhan dan manusia, sekaligus mengisyaratkan arti bahwa manusia dan tuhan adalah satu.

Unsur masehi

Menurut Van Kromyer tasawuf berarti buah dari unsur agama Nasrani yang terdapat pada zaman jahiliyah.

Menurut Gold Ziher yang menyatakan sikap fakir dalam islam itu merupakan cabang dari agama Nasrani.

Menurut Noldicker yang menyatakan pakaian wol kasar yang kelak digunakan para sufi sebagai lambang kesederhanaan hidup adalah merupakan pakaian yang biasa dipakai oleh para pendeta.

Nicholson mengemukakan bahwa istilah tasawuf berasal dari agama Nasrani dan bahkan ada yang berpendapat bahwa aliran tasawuf itu berasal dari agama Nasrani.

Unsur Yunani

Kebudayaan Yunani yaitu filsafatnya telah masuk pada dunia dimana perkembangannya dimulai pada akhir daulah Umayah dan puncaknya pada daulah Abbasiyah. Metode berfikir filsafat Yunani ini juga telah ikut mempengaruhi pola berfikir sebagian orang islam yang ingin berhubungan dengan tuhan.

Unsur Hindu/Budha

Antara tasawuf dan sistem kepercayaan agama Hindu dapat dilihat adanya hubungan seperti sikap fakir, darwisyi.

Unsur Persia

Kehidupan kerohanian Arab masuk ke Persia itu terjadi melalui ahli-ahli tasawuf didunia ini. Namun barangkali ada persamaan antara istilah zuhud di Arab dengan zuhud di menurut agama Manu dan Mazdaq dan hakikat Muhammad Zarathustra.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya tasawuf itu bersumber dari ajaran islam itu sendiri mengingat yang dipraktekkan Nabi dan para sahabat. Semuanya berlandaskan kepada Al-quran dan As-sunnah.

Akan tetapi tidak dipungkiri bahwa setelah tasawuf itu berkembang menjadi pemikiran, dia mendapat pengaruh dari filsafat Yunani, Hindu, Persia, dsb. Hal ini tidak hanya terjadi dalam bidang tasawuf saja melainkan juga dalam bidang lainnya.
Sumber: http://windarisri98.blogspot.co.id/2013/01/asal-usul-tasawuf.html?m=1









Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel