Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah Sebelum Merdeka Terlengkap

Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah Sebelum Merdeka Terlengkap



1.Perjuangan sebelum abad XX

 

Pada era kejayaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia seperti kerajaan Demak, Samudra pasai, Mataram Islam dan lain-lain. Bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis dan Spanyol datang ke negara Indonesia dengan tujuan untuk mencari rempah-rempah demi keuntungan dan kejayaan. Portugis datang Ke Indonesia pada tahun 1511 dan segara menancapkan kekuasaannya di Malaka. Walaupun Malaka melakukan perlawanan sengit namun portugis berhasil meredam perlawanan malaka. Kekalahan masyarakat Malaka disebabkan karena perlawanannya masih bersifat kedaerahan dan masih menggunakan senjata tradisioanal.

Kemudian pada tahun 1521 banngsa spanyol datang ke Maluku dengan tujuan yang sama sehingga terjadilah gejolak dan peperangan antara bangsa Spanyol dan portugis. Namun konflik antara portugis dan Spanyol diselesaikan dengan perjanjian Saragoza pada tanggal 22 April tahun 1529 yang menyatakan bahwa daerah kekuasaan Portugis membentang dari wilayah Brazil sampai ke Maluku sedangkan wilayah kekuasaan Spanyol, membnetang antara Meksiko sampai Philipina.

Setelah diresmikannya perjanjiann Saragosa Portugis pun berambisi untuk mengusai Sunda Kelapa (Jawa Barat) , namun upaya tersebut dapat digagalkan oleh Fatahillah. Keuntungan Portugis yang luar biasa atas monopoli rempah-rempah mendorong negra-negara Eropa lainnya ikut berdagang di Indonesia.

Pada akhir `abad 15 (XV) datang Ke Indonesia dengan menempuh jalan yang penuh kesulitan. Belanda membangun sistem politik dan dagang yang membuat mereka meneui keberhasilan dalam mengusai sebagian dari wiliyah Indonesia dan untuk menghindari persaingan antara mereka sendiri, kemudian didirikanlah VOC (Vereenig de Oost Indische Compagnie) pada tahun 1602, dan orang-orang pribumi biasa memanggilnya dengan sebutan kompeni.

Belanda akhirnya dapat menyingkirkan Portugis bisa menyingkirkan Portugis serta memainkan besar dalam percaturan politik dan dagang di Indonesia. Pada tahun 1605 Ambon berhasil dijatuhkan dan berada didaerah kekuasaan Belanda. Dan Maluku pun berhasil dikuasai. Kemudian pada tahun 1619 Selat Sunda yang merupakan wilayah perdagangan yang sangat strategis bagi Indonesia berhasil dikuasi dan begitu pula Jayakarta telah jatuh di tangan Kompeni. Untuk menghilangkan pengaruh persatuan bangsa Indonesia kemudian Kompeni mengganti nama menjadi Batavia yang dimaksudkan sebagai lambang kekuasaan kolonial di Indonesia.

Pada tahun 1613-1645 Mataram dibawah pimpinan sultan Agung melakukan perlawanan yang sengit. Pada tahun 1628 Markas VOC (Batavia) diserang habis-habisan dan menewaskan Gubernur Jendral J.P Coen. Namun dengan strategi licik Belanda serangan Mataram berhasil diredam.

Namun setelah Sultan Agung tidak lagi berkuasa pada tahun 1646, Mataram berhasil diajak bekerja sama dengan taktik serigala berbulu domba kompeni yang menerapkan bahwa Mataram dijadikan daerah vasal oleh kompeni.

Makasaar  yang merupakan tempat tinggal Sultan Hasanudin pun diambil alih kompeni pada tahun 1667, menyusul kemudian Banten pada tahun 1624. Demikianlah , kompeni pada abad ke 17 telah menanamkan kekuasaannya didaerah-daerah yang strategis bagi dunia perniagaan dan politik indonesia.

Pada abad ke awal abad ke 19 VOC dibubarkan dan sejak saat itu digantikan dengan pemerintahan Hindia Belanda. Dan pada saat itu terjadilah pertentangan dengan Inggris yang mengakibatkan Indonesia diambil alih oleh Inggris pada tahun 1811, Namun diserahkan kembali oleh Inggris pada tahun 1816.

Ketika dIndonesia diserahkan kembali kepada Belanda terjadilah gejolak besar yang menimbulkan perang besar yang dipimpin oleh beberapa tokoh seperti; Pattimura di Maluku, Badrudin di Palembang,Tuanku Imam Bonjol di Minangkabau, Pangeran Diponogoro di Jawa Tengah, Jelantik di Bali, Pangeran Antasari di Banjarmasin, Teuku Umar di Ace, namun semuanya masih belum membuahkan hasil yang signifikan.

Tahun 1870 ditetapkan Undang-undang agraria, sehingga terbuka modal swasta asing dan membuat rakyat Indonesia semakin menderita. Penderitaan rakyat menjadi perhatian beberapa humanis yang ada di Belanda. Mereka menganjurkan untuk diadakan politik etika di Indonesia atau politik hutang budi bangsa Belanda kepada Indonesia atas keuntungan yang diperolehnya dari Indonesia, yang terkenal dengan sebutan “TRIAS POLITIKA” (Irigasi , emigrasi, dan edukasi) . Dan Mr. Van De Venter merupakan pelopor etika politik Belanda kepada Indonesia.

Ternyata politik ini mendapat sokongan penuh dari para penanam modal sebab irigasi menguntungkan perkebunan tebu; emigrasi akan menguntungkan perkebunan tembakau di Sumatra Timur karena kekurangan tenaga kasar yang biasanya didatangkan dari pulau Jawa; dan edukasi akan menguntungkan perusahaan asing karena mendapatkan tenaga kerja rendahan namun terdidik.

Terlepas dari keuntungan bangsa asing, Indonesia juga mempunyai keuntungan tersendiri dari adanya TRIAS POLITIKA ini , yaitu melahirkan golongan yang memiliki tingkat Intelektual yang tinggi.

 

Pergerakan Nasional (1908-1945)

Penerapan sistem politik kolonial Belanda sejak VOC dan memuncak dengan diterapkannya Culturstelsel dan dilanjutkan sistem liberal dengan masuknya modal swasta asing secara bebas ke Indonesia telah berakibat negatif kepada rakyat, alhasil rakyat menjadi miskin dan menderita.

Perlawanan-perlawanan telah banyak muncul didaerah-daerah namun semuanya kandas karena serangannya belum terorganisir dengan baik ditambah lagi belum adanya kerja sama antar daerah untuk mengusir penjajah.

Pada tanggal 20 Mei tahun 1908 Indonesia memasuki babak baru dalam memerangi para penjajah yang ditandai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo sebagai angin segar yang dijiwai oleh cita-cita Wahidin Sudironhusoda, yang digerakkan oleh para pemuda terpelajar sekolah Kedokteran Jawa Batavia (Jakarta). Organisasi ini bertujuan dalam memajukan bidang Pendidikan dan Budaya, namun dalam prakteknya Organisasi Budi Utomo juga merambah ke ranah politik demi tercapainya Kemerdekaan Indonesia.

Dengan berdirinya Organisasi Budi Utomo tercatat dalam sejarah sebagai Organisasi modern pertama yang mengandalkan diskusi daripada perlawanan fisik yang bersifat kedaerahan dan Organisasi ini pula di cap sebagai pelopor Kebangkitan Nasional.

Organisasi-Organisasi Pergerakan Nasional

Pada tahun 1911 didirikanlah Organisasi sarikat dagang Islam oleh HOS Cokroaminoto yang kemudian berkembang menjadi Serikat Islam. Diikuti oleh Indische Partij yang terbentuk pada tanggal (1913) yang di pimpin oleh tiga serangkai yakni ; Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ki Hajardewantoro).

Dengan munculnya Organisasi yang merambah ke bidang politik Indonesia semakin menusuk kekuasaan kolonial Belanda ditambah lagi dengan meledaknya perang dunia pertama pada tahun1914-1918. Membuat pemerintah Belanda harus berhati-hati dengan gerakan bangsa Indonesia yang mencium bau Kemerdekaan.

Banyaknya gejolak konflik Internasional, membuat pemerintah Hindia Belanda mencoba untuk menjinakan  Oraganisasi atau partai politik Indonesia. Di lain pihak perkembangan beberapa Oraganisasi mengalami tantangan dari dalam. Serikat Islam yang pada mulanya gerakan masa yang sangat ditakuti oleh pemerintah Hindia Belanda lambat laun mengalami kemerosotan yang tragis. Sarekat Islam pecah dari dalam karena paham komunis yang mulai mewabah dan kemudian terbentuklah suatu partai dari pecahab Sarekat Islam yang dikenal dengan sebutan PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun1920.

Dan dalam situasi yang serba carut marut karena perpecahan internal muncullah Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927 yang dipelopori oleh Ir Soekarno. Mulailah kini perjuangan bangsa Indonesia dititikberatkan pada kesatuan Nasional dengan tujuan yang jelas.

Sumpah Pemuda

Sudah adanya tujuan yang jelas yang harus dicapai bangsa Indonesia maka para pemuda bertindak cepat dengan Moh. Yamin sebagai tokoh utamnya merumuskan persatuan Indonesia; Satu Bahasa, Satu Bangsa dan Satu Tanah Air Indonesia. Tepat pada tanggal 28 Oktober Sumpah Pemuda resmi dideklarasikan oleh seluruh pemuda Indonesia yang diwakilkan oleh utusan-utusan seperti ; Jong Java, Jong Islamiten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak dll.

 

Perjuangan Masa Pendudukan Jepang

Dengan penyerangan jepang ke Pearl Harbor (Markas angkatan laut Amerika) pada tanggal 7 Desember 1941 Menandakan era  baru kemenangan negara Asia yang diwakilkan oleh Jepang. Sejak saat itu gerakan invasi militer Jepang bergerak cepat untuk menguasai Asia Tenggara. Dimulai dari Philipina (Januari 1942), Singapura (Februari 1942), dan Indonesia pada bulan Maret 1942.

Seperti halnya Belanda Jepang bermaksud untuk menjajah Indonesia. Untuk itu, suatu kampanye propaganda yang intensif dimulai untuk meyakinkan rakyat Indonesia bahwa mereka dan Jepang adalah saudara seperjuangan dalam perang yang luhur melawan Negara Barat. Namun upaya ini tidak selaras dengan apa yang terjadi dilapangan seperti; Kerja Romusha, kekacauan ekonomi terror polisi militer, penjarahan beras dan lain-lain.

Keadaan bangsa Indonesia saat itu sangat menderita mungkin lebih menderita daripada waktu dijajah Belanda. Namun dengan adanya perlawanan-perlawanan dari para cendekiawan Indonesia yang bersifat kooperatif membuat Jepang sedikit demi sedkit luluh.

Pada bulan April 1942 usaha pertama untuk gerakan rakyat yaitu: gerakan tiga A yang dimulai dijawa dan dipimpin oleh MR. Syamsudin. Sejak saat itu pihak Jepang menyadari bahwa apabila mereka ingin memobilisasikan rakyat maka mereka harus memanfaatkan tokoh-tokoh terkemuka gerakan nasionalis.

Muhammad Hatta dan Sjahrir  yang telah bersahabat lama, memutuskan untukmemakai strategi yang saling melengkapi dalam situasi baru kekuasaan Jepang. Hatta akan bekerja sama dengan Jepang sedangkan Sjahrir tetap menjauhkan diri dari Jepang dan membuat suatu jaringan bawah tanah. Soekarno yang telah dibebaskan oleh Jepang untuk membentuk suatu organisasi politik.

Pada awal 1943 usaha mobilisasi mulai memberi prioritas tinggi gerakan-gerakan Pemuda. Pada bulan April 1943 dibentuk korps pemuda yang bersifat semi Militer (Seinendan). Pada bulan Maret 1943 gerakan tiga A dihapuskan dan digantidengan PUTERE (Pusat Tenaga Rakyat). Badan ini dibawah pengawasan Jepang namun diketuai oleh orang Indonesia yaitu Kihajar Dewantara , Soekarno dan Mas Mansur.

Pada bulan Oktober 1943 dibentuklah organisasi pemuda oleh Jepang yang diberi nama PETA(Pembela Tanah Air). Tidak seperti HEIHO, Peta tidak secara khusus membantu Jepang berperang melawan sekutu melainkan membantu Jepang jika ada serbuan sekutu menyerang Indonesia.

Tanggal 7 September 1944 perdana mentri Koiso menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia. Akan tetapi tanggal kemerdekaan masih menjadi tanda tanya. Bangsa Indonesia membalas janji tersebut dengan cara mendukung Jepang nsebagai ungkapan terima kasih. Alhasil bendera Indonesia boleh dikibarkan lagi dikantor-kantor java hokokai. Sejak saat itu pula makin banyak pula orang Indonesia yang diangkat menjadi pejabat pemerintah.

Pada bulan Maret 1945 pihak jepang mengumumkan pembentukan  Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Badan ini mengakhiri tugasnya setelah berhasil menyusun rancangan Undang-Undang Dasar untuk Indonesia Merdeka.

Namun pada tanggal 6 Agustus 1945 bom atom pertama dijathkan di Hiroshima dan posisi Jepangpun di ujung tanduk. Dan pada tanggal 9 Agustus giliran Nagasaki merasakan dahsyatnya Bom Atom yang dilancarkan oleh sekutu. Akhirnya di hari yang sama tiga tokoh Indonesia yakni Ir Soekarno, Drs Moh Hatta, dan Dr. Radjiman di undang ke Dalat-Saigon untuk menemui Jenderal Terauchi dan dijanjikan Kemerdekaan.

Sumber: 

https://adn18.wordpress.com/2016/04/16/perjuangan-bangsa-indonesia-melawan-penjajah-sebelum-merdeka/





Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel