Ilmu Bedah : Pengertian, Sejarah, Dasar-dasar, dan Cabang Ilmu Bedah Terlengkap

Pengertian • Bedah atau pembedahan (Bahasa Inggris: surgery, Bahasa Yunani: cheirourgia "pekerjaan tangan") adalah spesialisasi dalam kedokteran yang mengobati penyakit atau luka dengan operasi manual dan instrumen. Ahli bedah (surgeon) dapat merupakan dokter, dokter gigi, atau dokter hewan yang memiliki spesialisasi dalam bidang ilmu bedah.

Dasar-dasar Ilmu Bedah > • Ilmu bedah adalah merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yangmengembalikan fungsi anatomi normal dengan cara pembedahan.(www.bedah.com). Dasar-dasar Ilmu Bedah> • Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani.• Pembukaan bagian tubuh ini umumnya dilakukan dg membuat sayatan.• Setelah bagian yg akan ditangani ditampilkan, dilakukan tindakan perbaikan yg diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Penyakit bedah • Sejumlah penyakit merupakan indikasi utk pembedahan.• Diperlukan perencanaan oleh dokter pembedah yg harus menyiapkan dirinya. (pengetahuan, tehnik bedah, sarana bedah, personel bedah, dokter anestesi). Dasar-dasar Ilmu Bedah> Pasien • Penderita harus tahu bahwa dia akan dibedah dan di obati• Pasien berhak mendapat penerangan yang jelas tentang jalannya pembedahan yang akan di jalani• Diperlukan keterbukaan ahli bedahnya.• Kepribadian dan latar belakang pederita juga diketahui. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Dokter Bedah • Harus menguasai pengetahuan ttg penyakit yg memerlukan pembedahan• Harus mengenal penderita yang akan dibedah• Pengalaman ahli bedah menentukan sikapnya terhadap pembedahan yg akan dilakukan• Persetujuan tindakan bedah dari pihak penderita dan keluarganya merupakan syarat yg harus dipenuhi sebelumnya. Dasar-dasar Ilmu Bedah> 

Cabang Ilmu Bedah 1.Bedah umum2.Bedah anak 3.Bedah kulit 4.Bedah ginekologi 5.Bedah jantung dan pembuluh darah 6.Bedah mata7.Bedah mulut dan maksilofasial8.Bedah ortopedi 9.Bedah plastik10.Bedah saraf 11.Bedah trauma12.Bedah urologi 13.Bedah pembuluh darah 14.Bedah tumor15.Otolaringologi 16.Transplantasi organ. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Dasar-dasar Keterampilan Bedah1.Luka gigitan binatang, tetanus, gangrene 2.Kamar bedah dan tatacara kerja 3.Infeksi bedah 4.Infeksi nosokomial 5.Mikroba penyebab infeksi akut dan kronis (aerob dan aerob) 6.Mekanisme resistensi mikroba terhadap antibiotika 7.Asepsis dan antisepsis 8.Maksud dan tujuan, cara pengambilan dan pemeriksaan PA/FNAB 9.Neoplasma. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Sejarah Ilmu Bedah dan Perkembangan Ilmu Bedah • Ilmu bedah telah lama dikenal di Sumeria, Akadia, Mesir dan Babilonia Lama. Tabib Sumeria dan Mesir terkenal pandai menjahit bekas pembedahan, baik pengerjaannya dan tidak kasar bekasnya (Yamani, 2005). Dasar-dasar Ilmu Bedah> • Pada masa perkembangan kedokteran Islam, terkenal ahli bedah sebagai bapak ilmu bedah modern. Bernama Al-Zahrawi (936 M- 1013M).• Al Zahrawi adalah seorang dokter bedah fenomenal. Prinsip ilmu kedokteran yang diajarka n Al-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa. (Hussein, 1986)• Meninggalkan warisan kitab Al Tasrif li man ajaz anil-talil sebuah ensiklopedia kedokteran. Dasar-dasar Ilmu Bedah> • Kitab Al Tasrif li man ajaz an-il-talil : memperkenalkan lebih dari 200 alat bedah yang dimilikinya. Di antara ratusan koleksi alat bedah yang dipunyainya, ternyata banyak peralatan yang tak pernah digunakan ahli bedah sebelumnya Antara lain: pisau bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgicalrod, dan specula. Juga peralatan bedah yang digunakan untuk memeriksa dalam uretra, alat untuk memindahkan benda asing dari tenggorokan serta alat untuk memeriksa telinga. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Trauma dan perawatan intensif1.Tata kerja dan precaution dalam Ruang Perawatan Intensif 2.Trauma masal 3.Sistem scoring pada trauma 4.Respon imunologik pada trauma 5.Respon endokrin dan metabolik pada trauma 6.Dukungan metabolik dan nutrisi pada penderita trauma 7.Systemic Inflammatory Response Syndrome 8.Gagal organ multiple pasca trauma 9.Patofisiologi dan pencegahan ARDS pada penderita trauma 10.Pencegahan dan penanganan infeksi pasca trauma 11.Perawatan pra dan pasca bedah 12.Monitoring dan penanganan syok 13.Total Parenteral Nutrition 14.Indikasi dan monitoring pemasangan ventilator 15.Dasar-dasar anaestesi kasus elektif dan darurat. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Bedah Umum - Bedah Digestif1.Pemberian makan dini pada penderita pasca bedah 2.Patofisiologi nyeri pada kelainan biliodigestif 3.Fungsi keseimbangan flora normal pada traktus gastrointestina l4.Kolestasis 5.Mekanisme pertahanan mukosa 6.Respon hepar dan traktus gastrointestinal pada trauma 7.Faktor penyebab dan patogenesis dari karsinoma usus besar 8.Hematosesia 9.Sepsis enterobakterial 10.Surgical approach bedah digestif. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Bedah Kepala dan Leher 1.Fisiologi hormon (tiroid dan paratiroid) 2.Hipertiroidisme 3.Jaringan limfe kepala dan leher 4.Obstruksi jalan nafas bagian atas 5.Kanker kepala dan leher 6.Maloklusi dan koreksi 7.Surgical approach bedah kepala dan leher. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Bedah Onkologi 1.Karsinogenesis 2.Skrining kanker 3.Deteksi dini kanker 4.Penentuan stadium kanker 5.Prinsip bedah onkologi 6.Pemilihan modalitas terapi untuk penderita kanker 7.Dukungan nutrisi untuk penderita kanker 8.Terapi paliatif dan penanganan nyeri kanker 9.Surgical approach bedah payudara. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Bedah Anak 1.Respon endokrin dan metabolik pada pembedahan anak 2.Penanganan cairan dan elektrolit pada pembedahan anak 3.Infeksi bayi dan neonatus 4.Dukungan nutrisi pada pembedahan anak 5.hipotermi pada pembedahan anak 6.Diagnostik prenatal dan pembedahan intra uterin 7.Konsiderasi hematologik pada pembedahan anak 8.Konsiderasi pernafasan pada penderita perioperatif anak 9.Konsiderasi kardiovaskuler pada penderita perioperatif anak. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Bedah Toraks Kardiovaskular1.Fisiobiologi homeostasis 2.Fisiologi respirasi 3.Fisiologi jantung dan EKG 4.Fisiologi darah 5.Fisiologi sirkulasi 6.Monitoring hemodinamik 7.Ventilasi mekanik dan terapi oksigen 8.Transfusi intrabedah dan pasca bedah 9.Oklusi pembuluh darah 10.Kelainan pembuluh vena 11.Surgical approach bedah thoraks. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Bedah Plastik 1.Penyembuhan luka 2.Penanganan luka abrasi, terbuka, laserasi 3.Trauma wajah 4.Patofisiologi luka bakar 5.Resusitasi dan terapi awal pada luka bakar 6.Patofisiologi dan pencegahan jaringan parut 7.Smoke inhalation 8.Prinsip dasar dan macam tandur kulit 9.Prinsip dasar dan macam Z-plasty 10.Prinsip dasar dan macam rotation flap 11.Prinsip dasar dan macam pedicle flap 12.Prinsip dasar dan macam free flap 13.Prinsip dasar dan macam graft 14.Prinsip penanganan dan perawatan celah bibir dan celah langit. Dasar-dasar Ilmu Bedah> Bedah Syaraf 1.Fisiologi system syaraf 2.Patofisiologi dan penanganan peningkatan tekanan intrakranial 3.Perubahan patofisiologi pada lesi saraf perifer 4.Penyembuhan jaringan pada lesi saraf perifer 5.Prinsip dasar reparasi saraf perifer 6.Patofisiologi dan penanganan trauma kepala 7.Pemeriksaan neurologis dan monitoring neurologis di ICU 8.Skoring gangguan kesadaran serta implikasinya 9.Patofisiologi dan diagnosis hematoma epidural 10.Prinsip dasar penanganan fraktur depresi 11.Patofisiologi dan diagnosis hidrosefalus 12.Pengenalan kelainan kongenital bedah saraf 13.Mati batang otak 14.Surgical approach bedah saraf. Dasar-dasar Ilmu Bedah
Sumber:
https://dokterbedahkematian.blogspot.co.id/2014/10/dasar-dasar-ilmu-bedah.html




Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel