Perairan Laut

Perairan Laut

Jenis Laut

Menurut cara terjadinya kita mengenal adanya laut Transgresi, laut Ingresi dan laut Regresi.

Jenis Laut
Penjelasan
Contoh
Laut Transgresi (laut yang meluas),
terjadi karena adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi karena naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, sehingga bagian-bagian daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada zaman es.
laut Jawa, laut Arafuru dan laut Utara
Laut Ingresi
laut yang terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut. Oleh karena itu laut ini juga sering disebut laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. Lubuk laut atau basin adalah penurunan di dasar laut yang berbentuk bulat
palung Mindanau yang dalamnya 10.085 m, palung Sunda yang dalamnya 7.450 m, palung Jepang yang dalamnya 9.433 m serta palung Mariana yang dalamnya 10.683 m (terdalam di dunia).
Laut Regresi
laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur dan lain-lain) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di laut tersebut
Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa

Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi tiga yaitu laut tepi, laut pertengahan dan laut pedalaman.

Jenis Laut
Penjelasan
Contoh
Laut tepi
(laut pinggir)
laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah.
Laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan Filipina.

Laut pertengahan
laut yang terletak di antara benua-benua. Lautnya dalam dan mempunyai gugusan pulau-pulau.
Tengah di antara benua Afrika-Asia dan Eropa, laut Es Utara di antara benua Asia dengan Amerika dan laut-laut di kepulauan Indonesia.
Laut pedalaman
laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan
Laut Kaspia, laut Hitam dan laut Mati.

Berdasarkan kedalamannya laut dibedakan menjadi 4 wilayah (zona) yaitu: zona Lithoral, zona Neritic, zona Bathyal dan zonaAbysal.

Jenis Laut
Penjelasan
Zone Lithoral
wilayah pantai atau pesisir atau shore. Di wilayah ini pada saat air pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan. Oleh karena itu wilayah ini sering juga disebut wilayah pasang-surut.
Zone Epineritik
Laut-laut yang memiliki kedalaman antara 0 – 50 meter. Banyak terumbu karang, padang lamun.
Zone Neritik
Laut yang memiliki kedalaman antara 50 – 200 m. Merupakan zone laut tempat hidup banyak organism laut karena sinar matahari masih tembus sampai ke dasar laut, sehingga memudahkan tumbuhan laut melakukan fotosintesis.
Zone Bathial
Laut yang memiliki kedalaman antara 200 – 2.000 m. Sudah mulai jarang organism laut
Zone Abbysal
Laut yang memiliki kedalaman antara 2.000 – 5.000 m. sangat jarang organism laut. Tempat hidup predator pemakan bangkau yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Contoh ikan angler.
Zone Hadal
Laut yang memiliki kedalaman lebih dari 5.000 m.


Cara Mengukur Kedalaman Laut

Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk mengukur kedalaman laut yaitu dengan menggunakan teknik bandul timah hitam(dradloading) dan teknik Gema duga atau Echo Sounder atau Echoloading.

a. Teknik Bandul Timah Hitam (dradloading)

Teknik ini ditempuh dengan menggunakan tali panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah sebagai pemberat. Dari sebuah kapal tali diturunkan hingga bandul menyentuh dasar laut. Selanjutnya panjang tali diukur dan itulah kedalaman laut.


b. Gema duga atau Echo Sounder atau Echoloading

Penggunaan teknik ini didasarkan pada hukum fisika tentang perambatan dan peantulan bunyi dalam air. Isyarat bunyi yang dikeluarkan dari sebuah peralatan yang dipasang di dasar kapal memiliki kecepatan merambat rata-rata 1600 meter per detik sampai membentur dasar laut. Setelah membentur dasar laut bunyi dipantulkan dalam bentuk gema dan ditangkap melalui sebuah peralatan yang juga dipasang di dasar kapal. Jarak waktu yang diperlukan untuk perambatan dan pemantulan dapat diterjemahkan sebagai kedalaman laut.

Rumus untuk mencari kedalaman laut melalui teknik gema duga adalah sebagai
d = ½ ( V x t)
 
berikut:


di mana d = kedalaman laut, V = kecepatan suara dalam laut dan t = waktu

Misalnya diketahui waktu yang diperlukan untuk perambatan bolak-balik (t) ada 4 detik dan kecepatan suara dalam laut (V) = 1600 m/detik, maka kedalaman laut dapat dihitung sebagai berikut:

d = ½ ( V x t)
d = ½ (1.600 x 4)
d= ½ x 6.400 m
d= 3.200 m

jadi kedalaman laut  adalah 3.200 m

Morfologi Dasar Laut

Seperti halnya bentuk muka bumi di daratan yang beraneka ragam, bentuk muka bumi di lautan juga beragam. Bedanya bentuk muka bumi di lautan tidak seruncing dan sekasar relatif di daratan. Keadaan ini akibat dari erosi dan pengupasan olah arus laut.

Bentuk-bentuk muka bumi di lautan adalah sebagai berikut :

1.     Landas kontinen (continental shelf), yaitu wilayah laut yang dangkal di sepanjang pantai dengan kedalaman kurang dari 200 meter, dengan kemiringan kira-kira 8,4 %. Landas kontinen merupakan, dasar laut dangkal di sepanjang pantai dan menjadi bagian dari daratan. Contohnya Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari Benua Asia yang terletak antara Pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatra.
2.     Lereng benua (continental slope), merupakan kelanjutan dari continental shelf dengan kemiringan antara 4 % sampai 6 %. Kedalaman lereng benua lebih dari 200 meter.
3.     Dasar Samudra (ocean floor), meliputi:
  1. Deep Sea Plain, yaitu dataran dasar laut dalam dengan kedalaman lebih dari 1000 meter.
  2. The Deep, yaitu dasar laut yang terdalam yang berbentuk palung laut (trog).

Pada ocean floor terdapat relief bentukan antara lain:

Relief
Penjelasan
Contoh
Gunung laut
gunung yang kakinya di dasar laut sedangkan badan puncaknya muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau.
Gunung Krakatau.
Seamount
gunung di dasar laut dengan lereng yang curam dan berpuncak runcing serta kemungkinan mempunya tinggi sampai 1 km atau lebih tetapi tidak sampai ke permukaan laut.
St. Helena, Azores da Ascension di laut Atlantik.
Guyot
gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar
Banyak terdapat di lautan Pasifik.
Punggung laut (ridge)
punggung pegunungan yang ada di dasar laut.
punggung laut Sibolga.
Ambang Laut
pegunungan di dasar laut yang terletak diantara dua laut dalam.
ambang laut sulu, ambang laut sulawesi.
Lubuk laut (basin)
dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi.
dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi.
Palung laut (trog)
lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi
Palung Sunda, Palung Mindanao, Palung Mariana.


Gerak Air Laut

Gerakan air laut yaitu: arus laut, gelombang laut, dan pasang surut air laut.

Arus laut

Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ketempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping).

Faktor-faktor yang mempengaruhi arus laut, antara lain :
1.   Gaya coriolis, yaitu gaya yang membelok arah arus dari tenaga rotasi bumi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mangarah ke kiri di belahan bumi selatan.
2.   Angin yang bertiup
3.   Perbedaan kadar garam.

Nama-nama arus yang terdapat di samudra-samudra :

a. Di Samudera Pasifik

Letak
Nama Arus
Penjelasan
Utara Khatulistiwa
Arus Khatulistiwa Utara
arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
Arus Kuroshio
lanjutan arus khatulistiwa utara karena setelah sampai di dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang dan terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.
Arus Kalifornia
mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kuroshio, termasuk arus menyimpang (pengaruh daratan) dan arus dingin.
Arus Oyashio
arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengalir dari selat Bering menuju ke selatan dan berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang bertemu dengan arus Kuroshio (terhambat oleh kuroshio). Di tempat pertemuaan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshio yang hangat dan tumbuh subur.
Selatan Khatulistiwa
Arus Khatulistiwa Selatan
arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
Arus Humboldt atau Arus Peru
lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini merupakan arus menyimpang serta didorong oleh angin pasat tenggara dan termasuk arus dingin.
Arus Australia Timur
merupakan lanjutan arus khatulistiwa selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier Reef).
Arus Angin Barat
lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30°- 40°LS) dan sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat.
Di sepanjang garis khatulistiwa
Arus pengisi/arus perata disebut “arus kompensasi
Arus Khatulistiwa Utara dan Arus Khatulistiwa Selatan setelah bergerak,meninggalkan tempat yang tinggi airnya lebih rendah dari sekitarnya, sehingga segera tempat ini diisi oleh aliran air laut baru yang membentuk arus. Contohnya adalah Arus Sungsang Khatulistiwa, yang mengalir sepanjang garis khatulistiwa ke timur dan merupakan arus panas.

b.    Di Samudera Atlantik

Letak
Nama Arus
Penjelasan
Utara Khatulistiwa
Arus Khatulistiwa Utara
arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
Arus Teluk Gulfstream
arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar dan merupakan arus panas. Arus khatulistiwa utara (ditambah dengan sebagian arus khatulistiwa selatan) semula masuk ke Laut Karibia terus ke Teluk Mexiko dan keluar dari teluk ini melalui Selat Florida(sebagai Arus Florida).
Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur,
arus dingin yang mengalir dari laut Kutub Utara ke selatan menyusur pantai timur Tanah Hijau. Arus ini didorong oleh angin timur (yang berasal dari daerah kutub).
Arus Labrador
berasal dari laut Kutub Utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus ini didorong oleh angin timur dan merupakan arus dingin, yang pada umumnya membawa “gunung es” yang ikut dihanyutkan.
Arus Canari
arus menyimpang dan termasuk arus dingin. Arus ini merupakan lanjutan sebagian arus teluk yang mengubah arahnya setelah pengaruh daratan Spanyol dan mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara.
Selatan Khatulistiwa
Arus Khatulistiwa Selatan
arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
Arus Brazilia
lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (khususnya Brazilia). Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus panas.
Arus Benguela
lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin, yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
Arus Angin Barat
lanjutan dari sebagian arus Brazilia yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30°- 40°LS) dan sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat dan merupakan arus dingin.


c. Di Samudera Hindia

Letak
Nama Arus
Penjelasan
Utara Khatulistiwa
Arus Musim Barat Daya
arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini berjalan kurang kuat sebab mendapa hambatan dari gerakan angin pasat timur laut.
Arus Musim Timur Laut
arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri Teluk Benguela dan Laut Arab. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim timur laut.
Selatan Khatulistiwa
Arus Khatulistiwa Selatan
arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nantinya pecah menjadi dua (Arus Maskarena dan Arus Agulhas setelah sampai di timur Madagaskar). Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
Arus Maskarena dan Arus Agulhas,
arus menyimpang dan merupakan arus panas. Arus ini juga merupakan lanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan, menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat.
Arus Angin Barat
lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusur pantai barat Benua Australia. Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus dingin yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.


 
Peta Arus Laut Dunia



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel