Limbah Dan Cara Pengolahan Lengkap


Limbah Dan Cara Pengolahan

Limbah merupakan SDA yang telah kehilangan fungsinya. Keberadaannya dalam lingkungan dapat mengganggu keindahan, kenyamanan, dan kesehatan. Akumulasi limbah berpotensi menjadi polutan penyebab pencemaran. Upaya pengelolaan limbah yang saat ini tengah digalakkan adalah pendaurulangan atau recycling. Dengan daur ulang dimungkinkan pemanfaatan sampah, misalnya plastik, aluminium, dan kertas menjadi barang-barang yang bermanfaat.

 Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena menurunkan kualitas lingkungan.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa limbah merupakan suatu zat atau benda yang bersifat mencemari lingkungan. Limbah tidak memiliki nilai ekonomis karena itu limbah dibuang.
Sejauh mana limbah itu berbahaya bergantung pada kareakteristik limbah. Adapun karakteristik limbah di antaranya sebagai berikut.
Berukuran mikro, maksudnya ukurannya terdiri atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat kita lihat.Dinamis, artinya limbah tidak diam di tempat, selalu bergerak, dan berubah sesuai dengan kondisi di lingkungan.Penyebarannya berdampak luas, maksudnya lingkungan yang terkena limbah tidak hanya pada wilayah tertentu melainkan berdampak pada faktor yang lainnya.Berdampak jangka panjang (antargenerasi), maksudnya masalah limbah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dampaknya masih ada pada generasi yang akan datang.Kualitas limbah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah, adalah sebagai berikut.
Volume limbah, banyak sedikitnya limbah mempengaruhi kualitas limbah. Jika limbah di lingkungan terdapat dalam jumlah yang banyak, limbah tersebut berbahaya. Akan tetapi, jika jumlahnya sedikit maka limbah tidak akan membahayakan.Kandungan bahan pencemar, kualitas limbah dipengaruhi oleh kandungan bahan pencemar. Limbah dikategorikan berbahaya jika mengandung bahan pencemar berbahaya. Jika limbah tidak mengandung bahan pencemar berbahaya, berarti limbah tersebut tidak membahayakan.Frekuensi pembuangan limbah, pembuangan limbah dengan frekuensi yang sering akan menimbulkan masalah. Jika pembuangan limbah dilakukan dengan frekuensi yang tidak sering maka limbah tidak membahayakan.MACAM-MACAM LIMBAH
Jika ditinjau secara kimiawi, limbah terdiri atas bahan kimia organik dan bahan kimia anorganik.
Limbah OrganikLimbah organik adalah jenis limbah yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, rumah tangga dan industri yang secara alami mudah terurai oleh aktivitas mikroorganisme. Limbah organik terdiri atas limbah tumbuhan dan limbah hewan.
Limbah tumbuhan, yaitu limbah yang berasal dari tumbuhan. Misalnya, kulit buah-buahan, batang sayuran, tangkai cabe dan daun-daun kering.Limbah hewan, yaitu limbah yang berasal dari hewan. Misalnya, bulu ayam dan kotoran hewan.Limbah AnorganikLimbah anorganik adalah limbah yang berasal dari sumber daya alam yang tidak terbaharui, seperti mineral dan minyak bumi, atau hasil samping proses industri. Limbah anorganik tidak mudah hancur. Sebagian zat anorganik tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Contoh limbah anorganik adalah plastik dan logam.
 Berdasarkan wujudnya, limbah dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu limbah padat, limbah cair, serta limbah gas dan partikel.
Limbah padatLimbah padat adalah limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya. Limbah padat ini misalnya sisa makanan, sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah plastik, dan logam.
Limbah cairLimbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam (kecuali jika ditempatkan dalam wadah). Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pada pakaian, dan air bekas mencuci piring.
Limbah gasLimbah gas adalah limbah (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak, sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh dari limbah gas adalah gas buangan kendaraan bermotor. Pembuatan bahan bakar minyak juga menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lingkungan.

Berdasarkan sumbernya, limbah dibedakan menjadi dua bagian, yaitu limbah rumah tangga dan limbah industri.
Limbah rumah tanggaLimbah rumah tangga disebut juga dengan limbah domestikasi. Limbah ini dihasilkan oleh setiap rumah penduduk. Jenis limbah yang dihasilkan bermacam-macam, ada limbah kertas, barang rongsokan, dan ada juga air bekas cucian. Limbah yang dihasilkan oleh setiap rumah memang dalam jumlah yang sedikit, tetapi jika dikumpulkan dari seluruh rumah makan jumlahnya sangat banyak.
Limbah industriLimbah industri adalah limbah yang berasal dari industri. Hasil buangannya dapat berbentuk padat, cair dan gas bergantung pada benda yang dibuang. Beberapa limbah industri mengandung bahan yang berbahaya dan beracun atau yang disebut dengan limbah B3.
 Limbah B3 adalah bahan yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan dan sisa proses yang memerlukan penanganan atau pengolahan khusus sebelum dibuang ke lingkungan.
 Berdasarkan sifatnya, limbah terdiri 6 jenis, yaitu sebagai berikut.

Limbah mudah meledak, adalah limbah yang melalui proses kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi dan dapat merusak lingkungan.Limbah mudah terbakar, adalah limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.Limbah reaktif, adalah limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan kebakaran.Limbah beracun (limbah B3) adalah limbah yang mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah ini mengakibatkan kematian jika masuk ke dalam mulut.Limbah penyebab infeksi, adalah limbah yang berasal dari laboratorium yang terinfeksi penyakit seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi atau cairan tubuh manusia atau hewan yang terkena infeksi.Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat logam berkarat. PENGELOLAHAN LIMBAH
Pengelolahan limbah dapat dilakukan dalam lima tahap, yaitu:
Pengurangan Sumber (Source Reduction)Banyaknya sampah yang dihasilkan oleh setiap orang dapat dikurangi jumlahnya dengan cara mengurangi pemakaian. Hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan, diantaranya pengurangan pemakaian kantong plastik. Jika kita belanja, biasakan untuk membawa tas belanja sendiri sehingga jumlah sampah plastik dapat dikurangi.

Penggunaan kembali (reuse)Barang yang sudah tidak digunakan lagi dapat kita manfaatkan untuk berbagai kepentingan. Biasanya para siswa membeli buku tulis baru setiap kenaikan kelas. Padahal buku tulis yang lama masih tersisa. Sisa buku tulis hendaknya digunakan sampai habis, jangan dulu membeli buku tulis baru sebelum buku tulis yang lama habis.

Pemanfaatan (recycling)Sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah dapat kita daur ulang menjadi barang yang baru. Misalnya sisa-sisa makanan atau potongan sayur dan buah-buahan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Minyak jelanta yang seharusnya dibuang dapat didaur ulang menjadi minyak baru dengan diberi sari buah mengkudu. Jika setiap orang sudah memahami proses daur ulang sampah. Jumlah sampah dapat dikurangi.

Pengolahan (treatment)Teknik pengolahan ditujukan pada limbah yang tidak dapat kita olah sendiri. Teknik pengolahan ini dilakukan pada limbah industri atau limbah yang beracun. Adapun beberapa teknik yang dilakukan untuk mengolah limbah cair diantaranya sebagai berikut.
Pengolahan secara fisika, pengolahan secara fisika dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya adalah:Penyaringan, dilakukan pada limbah cair yang mudah mengendap. Bahan-bahan padat dalam cairan dapat dipisahkan dengan penyaringan.Proses flotasi, yaitu proses pengolahan limbah dengan cara penyisihan ahan-bahan mengapung seperti minyak dan lemak. Teknik ini dapat juga dilakukan pada bahan-bahan tersuspensi seperti lumpur.Proses filtrasi, yaitu teknik yang dilakukan pada bahan limbah yang mengandung partikel suspensi (mengendap). Teknik ini dapat menyisihkan sebanyak mungkin partikel yang mengendap.Proses absorpsi, yaitu teknik pengolahan limbah dengan menggunakan karbon aktif. Teknik ini dilakukan dengan menyisihkan senyawa aromatik dan senyawa organik terlarut lainnya.Teknologi membran (reverse osmosis), digunakan untuk unit pengolahan kecil. Teknik ini membutuhkan biaya operasi yang sangat mahal.Pengolahan secara kimia, pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), seperti logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut. Perubahan zat tersebut adalah dari tidak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan, baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.Pengolahan secara biologi, yaitu dengan melibatkan mikroorganisme. Ditinjau dari segi lingkungan, pengolahan secara biologi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu proses aerob dan proses anaerob. Proses aerob adalah proses pengolahan limbah yang melibatkan oksigen, sedangkan proses anaerob adalah proses pengolahan limbah yang tidak melibatkan oksigen.Limbah yang telah diolah menjadi bahan yang tidak berbahaya dapat dibuang ke lingkungan. Pembuangan limbah yang berwujud cair dapat dibuang ke sungai atau ke laut, sedangkan pembuangan limbah yang berwujud padat di buang ke tanah. Dengan demikian lingkungan menjadi aman dan sehat.
 PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK
Limbah organik berasal dari industri pangan. Limbah tersebut masih mengandung serat, karbohidrat, protein, lemak, asam organik, dan mineral. Melalui perubahan secara biologis, limbah tersebut dapat dibuat menjadi energi pangan, pakan, dan pupuk organik.
Pengelolahan Limbah TumbuhanTumbuhan merupakan bahan baku pembuatan makanan. Contohnya kacang kedelai yang dimanfaatkan untuk pembuatan tahu, tempe dan kecap. Dengan teknologi sederhana, kacang kedelai diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan tahu, tempe, dan kecap melalui proses fermentasi. Proses pembuatan makanan tersebut menghasilkan ampas. Ampas tahu dapat diolah kembali menjadi kerupuk, kembang tahu, kecap ampas tahu dan stick tahu.
Limbah air kelapa dapat dijadikan makanan fermentasi nata de coco, coco softdrink yang berkhasiat menyembuhkan kesulitan buang air kecil. Air kelapa juga dapat diproses lebih lanjut untuk menghasilkan air asam cuk, alkohol, minuman anggur dan cairan infus.
Sabut kelapa lewat proses pengolahan sederhana dapat diubah menjadi serat bahan baku utama springbed (kasur pegas), jok mobil mahal, dan dapat diolah juga menjadi media tanaman dan pupuk organik.
Beberapa teknologi untuk mengolah limbah tumbuhan adalah sebagai berikut.
Teknologi ATAD, teknologi ini mampu mengubah limbah tumbuhan menjadi pupuk organik yang bersih dan terbebas dari bakteri patogen.Teknologi fermentasi probiotik, dapat mengubah limbah tumbuhan, seperti molases, ampas tebu, dedak padi, ampas tahu, bungkil kedelai dan ampas kopi dapat dikembangkan menjadi bahan baku pakan ternak.Teknologi pengomposan, pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologis dalam suhu tinggi dengan hasil akhir berupa bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah.Teknologi pengomposan dapat dilakukan baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa tambahan. Bahan tambahan yang biasa digunakan Activtor kompos seperti Green Phoskko Organic Decomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism) atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost)2. Pengelolahan Limbah Hewan
Hewan juga menghasilkan limbah, tetapi hampir sebagian besar tubuh hewan yang dikonsumsi manusia dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Daging sapi misalnya dikonsumsi sebagai makanan untuk pemenuhan protein hewani. Selain itu, tulang, kulit, usus, hati, otak, lidah dan limpa dikonsumsi juga sebagai makanan. Limbah hewan yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah kotorannya.
Biogas adalah gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Biogas ini dimanfaatkan sebagai energi alternatif untuk keperluan memasak atau keperluan lainnya. Biogas ini sama fungsinya dengan gas elpiji memiliki atom C yang banyak.
Bahan baku pembuatan biogas adalah kotoran hewan. Kotoran hewan mengandung gas metana yang mudah terbakar. Selain biogas, kotoran hewan dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah. Berikut ini akan dibahas cara pembuatan biogas dan pupuk organik.
 1) Sampah Organik
a. Makanan Ternak
Di beberapa negara, sampah organik yang berasal dari restoran biasanya dikumpulkan oleh peternak dan digunakan sebagai makanan binatang ternak, misalnya babi, unggas.
Di Indonesia, sampah organik dari pasar yang berupa sayur-sayuran (kobis, slada air, sawi), daun pisang, dan sisa makanan biasanya diambil untuk makanan kelinci, kambing, dan juga ayam atau itik. Hal ini sangat bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya peternakan. Namun, sampah organik ini harus dibersihkan dan dipilah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh ternak. Sebab akan bermasalah jika sampah organik tadi bercampur dengan sampah-sampah yang mengandung logam-logam berat yang dapat terakumulasi di dalam tubuh ternak tersebut.
b. Komposting Pengkomposan merupakan upaya pengolahan sampah, segaligus usaha mendapatkan bahan-bahan kompos yang sangat menyuburkan tanah. Sistem ini mempunyai prinsip dasar mengurangi atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi bahan-bahan anorganik dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini dapat berupa bakteri, jamur, khamir, juga insekta dan cacing. Agar pertumbuhan mikroorganisme optimum, maka diperlukan beberapa kondisi, diantaranya campuran yang seimbang dari berbagai komponen karbon dan nitrogen, suhu, kelembaban udara (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering), dan cukup kandungan oksigen (aerasi baik).
Sistem pengkomposan ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
- Merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.
- Bahan yang dipakai tersedia, tidak perlu membeli.
- Masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal.
- Unsur hara dalam pupuk kompos ini bertahan lama jika dibanding dengan pupuk buatan.
c. Biogas Para petani selalu mencari jalan untuk meningkatkan taraf hidupnya. salah satu cara peningkatan taraf hidup ialah dengan cara membuat bahan bakar untuk memasak. Dewasa ini banyak petani membuat bahan bakar biogas berskala kecil di rumah. Biogas adalah gas-gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik atau campuran dari keduanya. secara garis besar, biogas dapat dibuat dengan cara mencapur sampah-sampah organik dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang kedap udara. Selanjutnya dibiarkan selama kurang lebih 2 (dua) minggu.
Sampah yang dibuat biogas ini mempunyai kelebihan antara lain:
- Mengurangi jumlah sampah.
- Menghemat energi dan merupakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan.
- Nyala api bahan bakar biogas ini terang/bersih, tidak berasap seperti arang kayu atau kayu bakar. Dengan menggunakan biogas, dapur serta makanan tetap bersih.
- Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang.
2) Sampah Anorganik Sampah anorganik seperti botol, kertas, plastik dan kaleng, sebelum dibuang ke TPA sebaiknya dipilah terlebih dahulu. Karena dari jenis sampah ini masih ada kemungkinan untuk dimanfaatkan ulang maupun untuk didaur ulang.
a. Dijual ke Pasar Loak/Dirombeng untuk Bahan Baku Sisi lain dari pemanfaatan sampah anorganik, seperti kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban nekas, radio tua, TV tua, dan sepeda usang, adalah dijual ke pasar loak. Atau jika enggan pergi ke pasar loak, juga dapat memanggil tukan loak yang biasa membeli barang-barang bekas ke rumah-rumah. Cara lain dapat juga di jual ke tetangga ataupun teman. Dengan demikian, sudah ada usaha mengurangi jumlah sampah yang ada. Cobalah untuk mengumpulkan barang-barang bekas kemudian dijual, pendapatan rumah tangga akan bertambah.
b. Daur Ulang Berbicara mengenai proses daur ulang, ada baiknya apabila mengetahui jenis sampah yang dapat didaur ulang.
Sampah-sampah yang dapat di daur ulang, antara lain:
- Sampah plastik.
- Sampah logam
- Sampah kertas
- Sampah kaca.
c. Sanitary Landfill Ini merupakan salah satu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik. Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian sampah dipadatkan dengan traktor dan selanjutnya ditutup tanah. Cara ini akan menghilangkan polusi udara. Pada bagian dasar tempat sampah tersebut dilengkapi dengan sistem saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke lingkungan. Di sanitary landfill tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktivitas penguraian sampah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sanitary landfill, yaitu :
- Semua lanfill adalah warisan bagi generasi mendatang.
- Memerlukan lahan yang luas.
- Penyediaan dan pemilihan lokasi pembuangan harus memperhatikan dampak lingkungan.
- Aspek sosial harus mendapat perhatian.
- Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan gas.
- Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun)
- Memerlukan pemantauan yang terus menerus.
d. Pembakaran Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya. Sampah padat dibakar di dalam insinerator. Hasil pembakaran adalah gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat hasil pembakaran dapat mencapai 70%. Cara ini lebih relatif mahal dibanding dengan sanitary lanfill, yaitu sekitar 3 x lipatnya.
Kelebihan sistem pembakaran ini adalah : - Mudah dan tidak membutuhkan usaha keras
- Membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dibanding sanitary landfill.
- Membutuhkan lahan yang relatif kecil
- Dapat dibangun di dekat lokasi industri.
- Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik.
- Dapat digunakan sebagai sumber energi, baik untuk pembangkit uap, air panas, listrik, dan pencairan logam.




Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel