Gempa bumi :Pengertian, Pembagian Berdasarkan Penyebeb, Episentrum,Hiposentrum, Istilah didalamnya


Gempa bumi :Pengertian, Pembagian Berdasarkan Penyebeb, Episentrum,Hiposentrum, Istilah didalamnya
Gerakan/getaran di permukaan bumi yang berasal dari lapisan-lapisan bumi
Berdasarkan peristiwa yang menyebabkan :
Gempa tektonik : Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan/patahan. Terkuat, areal luas
Gempa vulkanik : Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Kurang kuat, hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut
Gempa runtuhan (terban) : Runtuhnya atap gua yang terdapat dalam litosfer seperti gua kapur, dan terowongan tambang
Berdasarkan bentuk episentrumnya :
Gempa linier : Berbentuk garis (linier), gempa tektonik umumnya gempa linier. Sebab "patahan" sudah tentu merupakan suatu garis
Gempa sentral : Berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan
Berdasarkan letak/kedalaman hiposentrumnya :
Gempa dalam : 300-700 km
Gempa menengah : 100-300 km
Gempa dangkal : Kurang dari 100 km
Berdasarkan jarak episentrumnya :
Gempa dekat (lokal) : Kurang dari 10.000 km
Gempa jauh : Lebih dari 10.000 km
Istilah yang berkaitan dengan gempa :
Seismologi : Ilmu tentang gempa
Hiposentrum : Pusat gempa di dalam bumi
Episentrum : Tempat di permukaan bumi/permukaan laut tepat di atas hiposentrum. "Pusat gempa dipermukaan bumi"
Gelombang gempa :
Gelombang longitudinal/gelombang primer : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km per detik. Gelombang yang pertama kali tercatat pada seismograf
Gelombang transversal/gelombang sekunder : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km per detik
Gelombang panjang : Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3.5 km/detik dan merupakan gelombang perusak
Seismograf : Alat pencatat gempa
Seismogram : Hasil pencatatan gempa oleh seismograf
Pleistoseista : Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum
Isoseista : garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama
Homoseista : Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/mencatat gelombang primer pada waktu yang sama
Makroseista : daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa, dibatasi oleh pleistoseista
Alat pencatat gempa (seismograf) :
Seismograf horizontal
Seismograf vertikal
Menentukan skala gempa :
Skala Omori : Dengan 7 tingkatan kekuatan
Skala Richter : Charles Francis Richter
Pengaruh positif gempa bagi kehidupan :
Mengetahui jenis mineral yang ada di dalam bumi
Mengetahui struktur lapisan kulit bumi
Menentukan jenis konstruksi bangunan
Pengaruh negatif gempa bagi kehidupan :
Bangunan roboh/ambruk
Terjadinya kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
Terjadi banjir, karena bendungan/tanggul yang bobol
Saluran pipa air dan gas putus
Terjadinya tsunami (gempa di dasar laut)
Sarana & prasarana transportasi rusak
Distribusi barang & jasa terhambat
Tenaga eksogen bermacam-macam :
Erosi
Sedimentas



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel