Pengertian, Teknik, Ruang Lingkup Komunikasi Persuasif


KOMUNIKASI PERSUASIF
KOMUNIKASI PERSUASIF
Menurut Drs. Yanis Rusli, M.Si. salah satu bentuk kegiatan komunikasi adalah komunikasi persuasi, yang mana komunikasi tersebut melibatkan pengirim (sumber) dan penerima berinteraksi. Efektivitas komunikasi persuasif sangat tergantung pada kedua faktor pengirim dan penerima pesan termasuk pesan yang disampaikan.
Ruang Lingkup Komunikasi yaitu :
1. Sumber (source) adalah yang berinisiatif untuk berkomunikasi. Dalam periklanan sumber dapat dilakukan oleh sponsor tertentu yang membayar.
2. Pesan (message) adalah informasi yang akan dipindahkan antara sumber dan penerima. Pesan yang disampaikan oleh sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal.
3. Saluran/Media (channel) adalah sarana dimana pesan mengalir antara sumber dan penerima. Contoh, media pesan suara disalurkan melalui gelombang udara sedangkan pesan gambar disalurkan melalui gelombang cahaya.
4. Penerima (receiver) adalah individu atau kelompok yang merupakan sasaran dari sumber komunikasi. Sasaran yang menerima informasi dari periklanan diharapkan akan mengubah jalan pikiran (state of mind) calon konsumen untuk membeli.
5. Efek (effect) adalah perubahan yang terjadi pada diri penerima sebagai akibat diterimanya pesan melalui proses komunikasi. Dalam komunikasi persuasif terjadinya perubahan, baik dalam aspek sikap, pendapat atau perilaku pada diri receiver/persuadee merupakan tujuan yang utama. Begitu juga periklanan menghendaki adanya perubahan jalan pikiran (state of mind) dari receiver/persuadee.
6. Umpan balik adalah jawaban atau reaksi yang datang dari sumber atau dari pesan itu sendiri.
7. Konteks Situasional Lingkungan atau atmosfir komunikasi persuasif merupakan konteks situasional untuk terjadinya proses komunikasi tersbut. Konteks tersebut berupa kondisi latar belakang dn fisik, dimana tindakan persuasi tersebut berlangsung.
Teknik komunikasi persuasif merupakan suatu teknik komunikasi yang dilakukan agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain sebagainya. Teknik ini berlangsung dengan personal contact yang memungkinkan komunikator mengetahui, memahami, dan menguasai; (1) frame of reference komunikan selengkapnya, (2) kondisi fisik dan mental komunikan sepenuhnya, (3) suasana lingkungan padasaat terjadinya komunikasi, dan (4) tanggapan komunikan secara langsung.
C.1.1.Beberapa teknik komunikasi persuasive, adalah:
• Tehnik Asosiasi
Tehnik ini merupakan tehnik yang menyajikan pesan dengan cara menumpangkannya pada suatu objek atau peristiwa yang sedang menarik perhatian khalayak. Tehnik ini secara umum sering dilakukan oleh kalangan pebisnis atau para politikus. Popularitas figur-figur tertentu dimanfaatkan dalam kerangka pencapaian tujuan-tujuan tertentu.
• Tehnik Integrasi
Tehnik ini adalah menyatukan diri komunikator dengan diri komunikan. Penggunaan kata kata verbal yang menyatakan satu dengan komunikan. Contoh pada penggunaan kata kita bukan kata saya atau kami. Kata kita berarti saya dan anda. Hal ini mengandung makna bahwa yang diperjuangkan komunikator bukan kepentingan diri sendiri melainkan juga kepentingan komunikan.
• Tehnik Ganjaran
Tehnik ganjaran (pay- of technique) adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengiming-imingi hal yang menguntungkan atau yang menjanjikan harapan tertentu. Tehnik ini sering dipertentangkan dengan tehnik pembangkitan rasa takut (fear arousing technique) yakni cara-cara yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan konsekuensi yang buruk.
Jadi, kalau pay-of technique menjanjikan ganjaran (rewarding), fear arousing technique menunjukan hukuman (punishment)
• Tehnik Red – Herring
Istilah red herring sukar diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebab red herring adalah nama ikan yang tersebar di Samudera Atlantik Utara. Jenis ikan ini terkenal dengan kebiasaanya dalam membuat gerak tipu daya ketika diburu oleh binatang lain atau manusia. Dalam hubungannya dengan komunikasi persuasif adalah seni komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan dengan mengelakan argumentasi yang lemah untuk kemudian mengalihkannya sedikit demi sedikit ke aspek yanng dikuasinya guna dijadikan senjata ampuh untuk menyerang lawan. Jadi tehnik ini digunakan komunikator ketika berada dalam posisi yang terdesak.
Untuk itu, syarat yang tidak boleh dilupakan adalah pada penguasaan materi yang didiskusikan atau diperdebatkan.
• Tehnik Tataan
Yang dimaksudkan dengan tataan disini adalah upaya menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga enak didengar, atau enak dilihat atau enak dibaca dan orang memiliki kecenderungan untuk mengikuti apa yang disarankan oleh pesan tersebut.
Tehnik tataan (icing technique) dalam kegiatan komunikasi persuasif adalah seni menata pesan dengan imbauan-imbauan sedemikian rupa sehingga menarik.
C.1.2. Model pengaruh komunikasi yang saya terima melalui tuton adalah:
Ada beberapa model pengaruh yang saya rasakan yaitu :
• Model S-R
• Model komunikasi 2 tahap
• Model spiral keheningan, berikut pemaparannya
Model “stimulus Response”
Dalam tutorial online dampak atau pengaruh yang terjadi pada pihak penerima (peserta tuton), pada dasarnya merupakan suatu reaksi tertentu dari “Stimulus: tertentu yang didapat dari tutor. Dapat digambarkan dengan :
S …… O ….. R
Model ini memberikan gambaran tentang 3 element: stimulus (S), yakni pesan, Organisme (O), dalam hal ini pihak penerima (receiver) dan response (R). yakni akibat atau pengaruh yang terjadi.
Model komunikasi 2 tahap (two step flow model of communication)
Karena dalam tutorial online ini, penyebaran dan pengaruh informasi yang disampaikan melalui media massa (website tutorial online UT) kepada mahasiswa tidak terjadi secara langsung, melainkan melalui perantara (para tutor). Dua tahap, yaitu: 1. Informasi mengalir dari media massa ke para tutor, 2. Dari para tutor disampaikan kesejumlah orang yang menjadi mahasiswanya.
Model spiral keheningan, oleh Elisabeth Noelle Neumann.
Dalam model ini dampak penyebaran informasi melalui media massa. Seperti informasi pada buku materi pokok maupun sejumlah website Universitas terbuka , semakin sering media massa mengemukakan pendapat yang dominan dikalangan mahasiswa, semakin memudar atau melemah pendapat-pendapat dikalangan mahasiswa yag menentang pendapat dominan sebagaimana dikemukakan media massa.
Sumber bacaan :
• Sasa Djuarsa Sendjaja, Pengantar Komunikasi, (Jakarta, UT, 1999), hal 54
• http:agussetiawan.blogspot.com



Materi Terkait:



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel